bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Berbagai Keuntungan dan Tips Merutinkan Olahraga Lari (Running) Bagi Kesehatan Tubuh (Diselipkan Salah Satu Momen Lari Berkesan :D)

This slideshow requires JavaScript.

I can’t say enough about the connection between body and mind; when you stimulate your body, your brain comes alive in ways you can’t simulate in a sedentary position. The brain is an organ, tied integrally to all the other systems in the body, and it’s affected by blood flow, neural transmission, all the processes you undergo when you put your body through its paces.” (Twyla Tharp, 2005)

Olahraga (exercise) merupakan usaha fisik yang dilakukan terutama bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Salah satu olahraga yang hemat dalam pengeluaran dan simpel (tidak memerlukan banyak persiapan alat atau suatu instrumen olahraga lainnya), tapi memiliki banyak sekali manfaat, khususnya dilihat dari sisi kesehatan, contohnya: olahraga lari (running/ jogging).

Olahraga lari merupakan bentuk olahraga aerobic. Aerobic berarti ‘dengan oksigen’ – istilah olahraga aerobic berarti suatu aktivitas fisik yang memproduksi energi dengan mengkombinasi oksigen dengan glukosa darah atau lemak tubuh. Olahraga lari memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tubuh atau fisik menjadi bugar (hasil penelitian menunjukkan olahraga lari meningkatkan kolesterol baik atau HDL dan meningkatkan fungsi paru-paru);
  • menurunkan berat badan;
  • mencegah penyakit (menurunkan resiko kanker dan stroke, banyak tenaga kesehatan merekomendasikan olahraga lari untuk orang-orang yang menderita Diabetes tahap awal, tekanan darah tinggi dan osteoporosis dan juga terbukti membantu menurunkan resiko sakit jantung dengan mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri dan memperkuat jantung);
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh ditunjang dengan paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada pagi hari [saya ambil salah satu contohnya dari hasil penelitian yang tidak disengaja yang dilakukan Prof. Andreanus Soemardji A. (salah satu dosen Farmakologi-Toksikologi Klinik ITB) ketika mengadaptasikan (aklimatisasi) hewan uji yang diperolehnya dari laboratorium di luar ITB yang mengalami kematian yang belum diketahui penyebabnya. Setelah melakukan pengamatan pada gejala di kulit dan sikap lainnya pada hewan uji tersebut serta berbekal sumber referensi yang pak Andre miliki. Akhirnya, diketahui penyebabnya, yaitu salah satu jenis virus Herpes. Prof. Andre kemudian mencoba memaparkan seluruh hewan uji yang masih hidup tersebut dengan cahaya “ultraviolet” pada panjang gelombang tertentu yang menghasilkan kematian tikus berkurang bahkan tidak ada. Kemungkinan aktivitas virulensi dari virus tersebut berkurang dengan paparan cahaya ultraviolet pada panjang gelombang tersebut. Dimana, diketahui juga pada referensi ilmiah bahwa paparan ultraviolet (ultraviolet rays) dari matahari dapat mengaktifkan sel inflamasi (untuk memfagositosis zat asing) di kulit, termasuk virus jenis tertentu].
  • Memperkuat lutut (dan otot serta meningkatkan massa tulang lainnya juga);
  • Menurunkan resiko penyakit demensia;
  • Meningkatkan kepercayaan diri (salah satunya dikarenakan peningkatan kadar hormon dopamine yang menyebabkan rasa senang);

No one in our society needs to be told that exercise is good for us. Whether you are overweight or have a chronic illness or are a slim couch potato, you’ve probably heard or read this dictum countless times throughout your life. But has anyone told you— indeed, guaranteed you—that regular physical activity will make you happier? I swear by it.” (Sonja Lyubomirsky told in The How of Happiness)

  • Menurunkan stres;
  • Menghilangkan depresi;
  • dan manfaat lainnya bagi tubuh, pikiran dan mental kita. (lebih berenergi, lebih fokus dan lain-lain).

Beberapa tips umum bagi teman-teman yang ingin melakukan olahraga lari, yaitu:

  1. Gunakan sepatu yang sesuai, pakaian lari yang sopan (dianjurkan menjaga aurat untuk muslim hhe) dan jam tangan/ handphone untuk menentukan rentang waktu aktivitas lari akan yang dilakukan.
  2. Rencanakan rute larimu. Jika memungkinkan, pilihlah lintasan yang datar atau area berumput daripada permukaan yang keras untuk menurunkan resiko cedera.
  3. Hindari lari dipinggir jalan raya. Hal ini terutama penting jika kamu sebelumnya memiliki kondisi seperti asma, juga asap kendaraan bermotor dapat meningkatkan berbagai resiko keluhan/ penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Hindari juga periode “peak hour” (jam sibuk), jika memungkinkan aturlah jadwalnya pada awal pagi hari atau sore hari.
  4. Pastikan melakukan pemanasan (stretching) terlebih dahulu sebelum mulai lari. Mulailah dengan jalan cepat, tentukan target yang akan dilakukan bisa berupa target rentang waktu (umumnya 10-30 menit per sesi olahraga lari) atau target finish lintasan (misal, 3 keliling lintasan lari atau dalam hitungan kilometer);
  5. Kemudian, setelah melakukan lari, frekuensi gerak langkah kaki diturunkan menjadi lebih rileks/ santai (jalan kaki biasa) sebagai pengganti pendinginan selama beberapa waktu (misal: 5-10 menit), sebelum duduk atau istirahat supaya menghindari terbentuknya varises pada sekitar bagian kaki.
  6. Pastikan tubuh kita tidak kekurangan cairan tubuh, dengan meminum banyak air putih setelah aktivitas olahraga lari.
  7. Biasakan melakukan olahraga lari ini sebagai olahraga rutin minimal 1 kali dalam seminggu (kebetulan, penulis biasa melakukannya 1 kali dalam seminggu hhe :P) atau paling tidak ada waktu untuk mengistirahatkan fisik selama 2 hari dari aktivitas berat untuk menghindari kelebihan latihan yang dapat menyebabkan cedera.

Oh iya, saya juga mau coba share salah satu momen berkesan dari aktivitas lari yang dilakukan, yaitu: ketika melakukan olahraga lari mengelilingi pulau Gili Trawangan, salah satu pulau kecil di Lombok, NTB. Momen lari ini dilakukan 2-3 keliling putaran mengelilingi pulau Gili Trawangan pada pagi hari (sekitar pukul 06.30). Dimana, pada saat itu, bertepatan dengan hari raya Idul Adha sehingga ketika melakukan olahraga lari ditemani dengan lantunan “gema takbir/ takbiran” (dari masjid-masjid yang ada disana, kalau tidak salah berjumlah hanya 3 masjid tetapi karena menggunakan sound speaker sehingga lantunan “gema takbir” cukup nyaring terdengar ke hampir seluruh pulau Gili Trawangan tersebut), yang lokasi pulau Gili-nya sendiri menjadi tempat elit wisata dengan pantainya dan pemandangan gunung Agung yang terletak di Pulau Bali, serta banyak turis-turis asing yang berdatangan. Dan, bisa dibilang rasa bahagia yang dialami pada saat itu luar biasa ^^. (Mungkin teman-teman ada yang penasaran kenapa bisa lari sepagi itu di pulau Gili Trawangan, karena saya malam sebelumnya menginap di salah satu masjid besar disana sambil melakukan gema takbir juga hhe.. alhamdulillah, bisa merasakan momen tersebut :D)

Sumber Pustaka:

  1. Tywla Tharp, Simon and Schuster. 2005. The Creative Habit, Learn It And Use It For Life. Brian Johnson’s PhilosophersNotes.
  2. Running and Jogging – Health Benefits. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
  3. Jacqule Cattanach. Six Benefits of Running. http://www.active.com/running/articles/6-benefits-of-running. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
Advertisements


Leave a comment

What a Memorable Moment at Rinjani Mount (Gunung Rinjani) ^^, Lombok-NTB, 16-17 Agustus 2014

Alhamdulillah.. Terima kasih sebelumnya kepada PT. Kimia Farma, Tbk. Khususnya anak perusahaannya PT. Kimia Farma Apotek yang memperkenankan penempatan tugas saya sesuai keputusan jajaran direksi di Kimia Farma Apotek unit Mataram, Lombok. Jadi teringat ketika saya diwawancarai oleh 3 orang jajaran direksi PT. KFA/ PT. Kimia Farma, Tbk., yang kemungkinan salah satu pewawancara tersebut sepertinya direktur keuangannya deh soalnya ibu-ibu. Yang setahu saya (maaf saja kalau salah), jajaran direksi yang perempuan hanya direktur keuangan saja setelah baca-baca profil jajarannya di media internet he..

Okeh, singkat cerita setelah selesai wawancara dengan beliau-beliau ini dan juga telah melaksanakan OJT (On the Job Training) di Apotek Kimia Farma 55 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selama sebulan. Maka, sampailah pada hari H untuk melakukan keberangkatan menuju Lombok dengan pesawat terbang untuk pertama kalinya selama seumur hidup saya dengan Lion Air pada tanggal 06 Juni 2014 pkl. 05.00 dini hari di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, CGK (sebelumnya dini hari dari mes Learning Center Kimia Farma barengan naik taksi sama Tallon Z., teman apoteker dari Univ. Padjadjaran juga yang penempatannya di Lamongan) hehe.. sampailah saya disini di Mataram, Lombok, untuk ditugaskan menjadi Apoteker Penanggung Jawab/ Pharmacy Manager di PT. KFA unit BM Mataram.

Oh iya, terima kasih juga kepada salah satu teman kerja saya disana yang juga seorang Apoteker asal Univ. Airlangga dan juga satu kontrakan, yaitu Rizki T. P. Yang katanya hobinya sesekali setelah pulang sekolah SMA nongkrong di Kawah Ijen (Coba googling hehe..), semasa kuliah pernah mendaki Gn. Semeru dan Gn. Bromo, selama di Mataram sudah 2 kali ke Gn. Rinjani, pernah ke P. Komodo juga (petualang nih anak hha). Thanks ya atas sharing/ cerita pengalamannya selama berpetualang hehe.. dan tidak lupa terima kasih kepada bpk. Agung sebagai Business Manager (BM) unit Mataram dan pak Budi (PhM senior), yang seolah menjadi orang tua/ pembimbing bagi kami para apoteker muda yang ditugaskan disana {kang Taufik (kakak kelas semasa SMA & juga kakak kelas Apoteker Univ. Padjadjaran), pak Lutfi, pak Rizki dan mbak Pipit. *(Oh iya, maaf ya kalau terlalu banyak introduction :D)

Berbekal pengalaman melakukan pendakian di Gunung Geulis (Jatinangor, Jawa Barat) dan Gn. Manglayang (terletak antara Kab. Sumedang dan Kab. Bandung, Jawa Barat) bersama 4 (Four) Musketeers 😀 (kang Aziz, Baim, Widi & saya) hehe.. dan sebelumnya juga rutin melakukan latihan fisik/ olahraga, akhirnya saya beranikan diri karena emang sudah niat sebelumnya untuk “rihlah”/ tafakur alam (ciee.. :P) di Taman Nasional Gn. Rinjani yang kebetulan memang kesempatan/ momennya sedang tepat ini yaitu pada tanggal 16-17 Agustus 2014 (sekalian memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia) :D.

Camera 360 Camera 360

Gambar. 4 Musketeers (kangen uy, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ^^)

Baiklah, cerita perjalanan ini diawali dengan berkumpulnya 13 orang yang berbeda domisili, budaya, latar belakang tetapi memiliki 1 visi yang sama, yaitu mencoba untuk melakukan pendakian Gn. Rinjani dan mencapai puncaknya dari arah rute daerah Sembalun di pos tracking/ pos awal pendakian (diketahui, rute pendakian ada 2, yaitu: rute Sembalun (diawali penuh dengan padang rumput/ savana) dan rute Senaru (merupakan daerah rute hutan hujan).

13 orang anggota kelompok ini yang nanti di pertengahan perjalanan ditambah lagi 3 orang anggota menjadi 16 orang terdiri dari 3 orang asal Bandung, 8 orang asal Solo dan Malang, 4 orang asal Surabaya, 1 orang asal Makassar dan saya sendiri :d. Baiklah, let’s go teman-teman, Bismillah…

20140816_08201020140816_084813

Gambar. Pintu masuk Taman Nasional Gunung Rinjani rute daerah Sembalun

Sebelumnya, saya anjurkan apabila ingin melakukan pendakian minimal 1 bulan sebelumnya sudah disiplin/ rutin melakukan latihan fisik/ olahraga, seperti:
1. Olahraga lari/ jogging, minimal 1 minggu sekali dengan aturan minimal 20 menit tanpa pernah berhenti atau ditarget berapa keliling lapangan dalam satu kali lari/ jogging tergantung kuatnya teman-teman semua.
2. Olahraga push up, untuk menghindari tangan terkilir ketika terjatuh (karena dengan tangan terbiasa mendorong tubuh ke atas, maka otot-otot di tangan pun menjadi kuat dan terbiasa menahan beban berat). Sehingga,  hal ini meningkatkan rasa percaya diri kepada kita dalam melakukan perjalanan/ mempermudah ketika membutuhkan bantuan tangan ketika naik undakan-undakan, dan lain-lain. Push up dilakukan minimal 3 set perhari, masing-masing set bisa 10-20 kali, atau lebih banyak lebih baik.
3. Olahraga tambahan, seperti pull up (bagi pria, agar kuat menahan beban tumpuan tas yang berat di punggung, sakit punggung ketika pendakian insha Allah berkurang dan menghindarkan dari postur tubuh tetap baik dan tidak bongkok). Ini sih seminggu sekali saja kali yah, 3 set cukup, masing-masing set bisa +/- 5 kali atau sekuatnya saja hehe..
*Catatan: Remember, repetition is the mother of skill (pengulangan adalah ibu dari setiap kemahiran). Jangan malas yah, kan mau mendaki, biar selama pendakian kita merasa have fun, menikmati dan mensyukuri alam/ pegunungan serta antusias mengamati budaya lokal lokasi yang kita tuju :D.

“Ayok mas, semangat yak.. tinggal sebentar lagi kok nyampe”, ucap rombongan beberapa pemuda yang melintas, atau “Ayo kakak-kakak semangat ya, ini sudah sampai bukit penyesalan kok.. tinggal beberapa bukit/ gunung kecil lagi nyampe pos.. yahh, lumayanlah beberapa jam lagi” lirih beberapa anggota dari kelompok gabungan lain yang berniat mau turun setelah mencapai puncak untuk mencoba memberi kami semangat yang dengan polosnya menyapa kami dengan awalan “ayo kakak..” yang langsung menstimulasi kami untuk memperhatikan, mengira-ngira dan mengambil keputusan bahwa.. kita seumuran kok :P. Hehe..

20140816_144722Istirahat, ketika selingan-selingan selama perjalanan

20140816_15111220140816_151025

Pemandangan savana (hamparan padang rumput) 🙂 dan pemandangan hasil kebakaran alami di beberapa lahan padang rumput selama perjalanan ke Pos 1

20140816_161430

Wah, banyak kera abu-abu di Lombok ini, yaitu: jenisnya Macaca fascicularis, tapi… sampah-sampahnya itu lho, tolong bagi para pendaki untuk menyimpan sampah-sampahnya di tasnya sendiri yah untuk menjaga kebersihan/ lingkungan Taman Nasional Gn. Rinjani juga. Okeh, kembali ke hewan :D.. disamping yang terkenal ada kera hitam (Tracyphitecus auratus cristatus), musang rinjani (Paradoxurus-hermaproditus rhindjanicus), trenggiling, rusa, burung-burung dan lainnya hhe..

20140816_16361520140817_065623

Nah, ini salah satu tanaman yang khusus tumbuh di ketinggian +/- 2000 mdpl. Dengan nama latinnya, yaitu: Anaphalis javanica/ Edelweiss javanica. Edelweis ini berasal dari bahasa Jerman, “Edel” berarti mulia dan “weis” yang berarti putih. Katanya di Indonesia, sebagai tempat terbaik untuk melihat bunga Edelweis ada di 4 lokasi, salah satunya yaitu di Pelawangan, Gn. Rinjani ini.

Okeh, selanjutnya cerita perjalanannya dilanjutkan dengan perwakilan berbagai foto saja yah hehe..

20140817_06230820140817_065156

Gambar. Akhirnya, sampai di Pos Pelawangan.. sampai disini sekitar pukul 11.45 WITA malam.. Dimana kita awalnya berangkat pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA pagi dari pos tracking bareng-bareng kelompok dadakan ini 😀

20140817_06412920140817_064052

Sunrise…

20140817_065223

dan…

Kebersamaan.. meskipun masing-masing baru kenal, tetapi karena memiliki “visi” yang sama (mendaki mencapai puncak Gn. Rinjani)..

Ya, jadinya… mudah akrab masing-masing dalam waktu yang singkat hehe..

20140817_15533520140817_155259

Oh iya, tak lupa. Terima kasih atas tumpangan tidur di tenda bagi kelompok asal Solo dan Malang di atas ini yah 😀

hingga akhirnya, masing-masing dari kita mencapai puncak Rinjani ini yah (meskipun ke danau Segara Anaknya enggak bisa karena waktunya yang mepet, cukup puncak dulu deh) hehe..

20140817_104634

20140817_11383620140817_113620

20140817_123133

Alhamdulillah, selamat hari raya kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 (17 Agustus 2014).. 😀

See u next time guys, insha Allah hehe