bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Kajian Terawih Mengenai Keterkaitan Doa, Bulan Ramadhan dan Ketakwaan (Tgl. 27 Mei 2017/ 02 Ramadhan 1438 H)

*Kebetulan terawih di masjid Salman ITB & kebetulan juga pengen ngerangkum (yang biasanya ngantuk/ tertidur 😰)

This slideshow requires JavaScript.

Kajian Terawih tgl. 27 Mei 2017/ 02 Ramadhan 1438 H:

🌙🍃🍃🍃🍃🌒

Pemateri  : Prof. H. Hermawan K. D., Ph.D. (Dosen ITB/ Pembina YPM Salman ITB)
Lokasi       : Masjid Salman ITB

  1. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 186). Ayat ini terletak ditengah ayat-ayat yang menjelaskan bulan Ramadhan, pada ayat sebelumnya dan setelahnya.
  2. Doa kita mungkin tidak langsung dikabulkan tapi disimpan/ diganti dengan yang lebih baik oleh Allah.
  3. Bulan Ramadhan membuat intensitas hubungan kita dengan Allah Swt. meningkat (perubahannya revolusioner).
  4. Yakinkah anak kita dapat menegakkan akidahnya? Yakinkah bagi anak-anak kita untuk belajar agama Islam? Yakinkah anak kita akan selamat? Maka penting bagi kita untuk mendoakan juga masa depan generasi penerus kita.
  5. Para sahabat Rasul Saw. akan merasa rugi apabila hubungannya dengan Allah Swt. setelah bulan Ramadhan tidak ada perubahan/ tidak ada peningkatan.
  6. Terdapat berbagai tingkatan bagi individu yang menjalankan puasa dan tingkatan paling tinggi yaitu “khowatul khowas” merupakan kemampuan menjaga kalbu kita, termasuk menjaga pandangan dan pikiran kita.
  7. Kenapa kita mengejar kualitas takwa? Secara komprehensif di dalam surat Al-Baqarah dijelaskan kaitan antara takwa dengan kebajikan. Penjelasan takwa juga terelaborasi (berserakan) secara bertahap di dalam Al-Qur’an. Terdapat juga di juz 28 dan 29.. serta kemudian di juz 30 dikatakan bahwa orang yang bertakwa sebagai seorang pemenang.
  8. Pada akhirnya, bulan Ramadhan ini melatih kita untuk menghadapi kompleksitas dalam berbagai problem kehidupan ini.
  9. Semoga Allah memberikan hidayah dan rahmatnya bagi kita dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.

Oh iya, karena melampirkan foto Masjid Salman ITB, saya jadi ingin sedikit mengulas mengenai masjid Salman ITB ini :):

Salah satu tempat saya kembali apabila melakukan dosa/ kesalahan agar mendapatkan ampunan, hidayah, kasih sayang dan ridha-Nya… (D. Bakhtiar P.)”

  • Masjid Salman ITB itu bagi saya merupakan masjid yang unik dengan kubah terbalik dan lantai yang sebagian besar terbuat dari kayu jati (yang memberi kesan keteduhan), dikelilingi oleh pohon-pohon yang cukup besar dan diramaikan oleh suara burung-burung yang cukup banyak [seperti: jenis burung Kutilang atau Cangkurileung (sebutan orang Sunda) dengan nama latinnya Pycnonotus aurigaster dan jenis-jenis burung lainnya].
  • Masjid Salman ITB ini juga bisa dikatakan merupakan salah satu pusat kegiatan bagi mahasiswa dan umum di lingkungan ITB, karena selain sebagai tempat shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an dan berdiskusi di selasar-selasarnya, tetapi juga di masjid Salman ITB ini terdapat berbagai program kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan umum yang dikoordinir oleh para pengurus YPM Salman ITB.
  • Program-program kegiatan yang diadakan oleh para pengurus YPM Salman ITB ini, meliputi: acara kajian tausiyah berkala, program-program dan pengajaran berkaitan Al-Qur’an dan Bahasa Arab, tempat donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kota Bandung (alhamdulillah, saya pertama kalinya donor darah di masjid Salman ini hhe.. terima kasih sama salah satu teman saya, sebut saja rafi (hha..) yang sudah mengajak saya untuk mencoba donor darah :D) dan bahkan Sekolah Pranikah (SPN) bagi mahasiswa dan umum serta program-program lainnya (apalagi ditambah dengan momen bulan Ramadhan ini terdapat berbagai kajian, termasuk kajian Terawih di masjid Salman ITB) :).
Advertisements