bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


1 Comment

Pertemuan ke-I Sekolah Pra-Nikah (SPN) Angkatan 29

Assalamu’alaikum wr. wb..

Seiring dengan bertambahnya usia, dari peralihan fase remaja awal menuju fase remaja akhir ini (^^”), yang berupaya untuk menjadi pribadi yang berkembang dari pribadi yang biasanya selalu mencari inspirasi dari orang lain dan berkeinginan ingin menjadi sedikit  menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain [khoirunnaasi ‘anfa uhum linnaas.. (HR. Bukhari-Muslim)] dan mungkin sudah tersadar, sudah harus ada perencanaan untuk “menyempurnakan setengah agama”, yaitu dengan menikah. Yang setengah sisanya dengan bertaqwa kepada Allah Swt. Kesimpulannya, sudah saatnya seorang great pirate yang masih berupaya hijrah ini mengarungi kehidupannya dengan pasangannya (to whom has function as a vice-captain, a navigator or etc..) #halah..hha.

Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. (HR. Jamaah)

Nah, salah satu upaya yang dilakukan ceritanya saya mengikuti Sekolah Pranikah (SPN) yang diadakan oleh YPM Salman ITB-Bidang Dakwah. Dan sudah mengikuti pertemuan ke-I dengan topik materi Ta’aruf, pada hari minggu, tanggal 23 Januari 2017, jam 13.00 s/d selesai.

Kayaknya, kalau tanpa gambar/ ilustrasi serasa ada yang kurang ya, coba lampirkan gambar ah hha.. :

1429110307684

(Eh, anu.. kenapa yang muncul gambar ini ya hha.. anggap saja ini ilustrasinya seseorang yang sedang berusaha memantaskan/ memperbaiki diri menjadi pribadi yang insya Allah siap untuk menikah. Bukan mencari yang kira-kira kriteria perempuannya seperti diatas ini lho yah hha.. tapi terserah pembaca saja yang menyimpulkan lah yah hha..)

Ringkasan-ringkasan (yang benar-benar ringkas karena terkesima dengan para pematerinya hha..) pada Pertemuan I dengan topik Ta’aruf, yaitu:

  1. Materi Ta’aruf ke-I oleh Ust. Yedi Purwanto:
  • Kriteria pasangan: Bisa karena kecantikannya, kekayaan yang banyak, keturunannya dan/ atau agamanya (termasuk etikanya). Utamakan yang no. 4 atau agamanya.
  • Hakikat pernikahan: Pendidikan yang berkesinambungan dan merupakan sunnah nabi Muhammad Saw. untuk menyempurnakan agama. Hukum-hukum lainnya berkaitan dengan pernikahan, meliputi: Hukumnya wajib, dalam kondisi agar tidak terjerumus ke dalam perzinahan dan hukumnya haram apabila niatnya untuk menyakiti pasangannya.
  • Harus ta’aruf dulu (mengenal). Ta’aruf dilakukan harus dari berbagai sisi, meliputi: dilihat dari keturunannya yang banyak (mungkin berkaitan dengan faktor genetik tingkat kesuburan dari masing-masing pasangan, mungkin maksudnya dapat dilihat/ diamati dari jumlah saudara dari calon pasangan atau jumlah saudara dari ayah dan/ ibu dari calon pasangan), sakinah (menimbulkan ketenangan), mawaddah (menimbulkan rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang).
  • Urgensi pernikahan: pandangan akan terjaga (seakan tertutupi untuk melihat perempuan yang bukan istrinya), untuk menjaga farzi/ kemaluan agar tidak mendekati zina –> apabila belum mampu menikah, maka shaumlah (puasa).
  • Langkah-langkah mencari pasangan: yang beriman (berkeyakinan) kemudian dampingi dengan doa dan ikhtiar.
  • Darah yang keluar dari alat kelamin kaum hawa: haid, istihadah (diluar siklus haid) atau nifas.
  • Yang keluar dari alat kelamin kaum adam: sperma, madi (kecapekan secara fisik), wadi (kecapekan secara mental) dan air kencing.
  • Hikmah pernikahan: menciptakan ketenangan dan berprestasi dengan maksimal.
  • Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Agama, dapat sertifikat dengan lisensi dari KUA sehingga pas mau nikah tidak training lagi di KUA.
  • SPN ada 9 materi (include: tambahan materi baru, yaitu Komunikasi Keluarga).

2. Materi Ta’aruf ke-II oleh Ust. Evie Effendi:

  • QS. Al-Hujurat: 13
  • QS. Al-Anbiya: 105
  • Al-Baqarah: 213
  • Biasa sebagai narasumber kajian di Tv-One jam 04.00 a.m. Buku yang dihasilkan: Indonesia Tanpa Pacaran.
  • Litta’arofu .. ketemu di frekuensi yang sama, yang namanya keimanan.
  • Hal-hal yang harus disegerakan: shalat di awal waktu, mempercepat ibadah melakukan kebaikan (termasuk pernikahan)
  • Birrul walidaini ihsana…
  • Allah lagi, Allah dulu, lagi-lagi Allah –> poin terakhir ini maksud ustadz-nya yaitu istikharah.

Mungkin cukup sekian ringkasan materi berkaitan pertemuan ke-I SPN 29 dan pengenalan Sekolah Pranikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan sebenarnya saya tidak ada niatan untuk meneruskan menulis rangkuman pertemuan-pertemuan selanjutnya, hanya memberikan pengenalan saja bagi pembaca mengenai SPN ini hha.. mohon maaf sebelumnya dan terima kasih :). Wassalaamu’alaikum wr. wb.


Leave a comment

Merasa Mengalami Berbagai Banyak Masalah? Marilah Perbanyak Bersyukur :D #Reminder

20140817_062111-1

Picture 1. This kind of sunrise moment could make you more be grateful

Mungkin sudah menjadi fitrahnya bagi manusia, begitu dihadapkan dengan setumpuk masalah, akhirnya ia merindukan suatu keajaiban.  Sejenak mari kita amati dan cermati kejadian-kejadian berikut ini (dikutip dari salah satu buku karya Ippho Santosa):

– Mengalami sakit keras, kemudian tahu-tahu sembuh. Itulah keajaiban!

– Tabrakan maut, hanya kita yang selamat. Itulah keajaiban!

– Divonis mandul, akhirnya punya anak. Itulah keajaiban!

– Nyaris bercerai, akhirnya kembali rujuk. Itulah keajaiban!

– Anak badung, tiba-tiba menjadi sholeh. Itulah keajaiban!

– Utang miliaran, tiba-tiba lunas. Itulah keajaiban!

Benarkah hal-hal tersebut keajaiban? Ya, betul. Akan tetapi, yang sebenarnya kalau kita tidak pernah mengalami sakit keras, tabrakan maut dan nyaris bercerai itu saja sudah cukup disebut keajaiban. Benar apa benar?

Dengan kata lain, bukan nikmat yang kurang. Mungkin rasa bersyukur kita yang kurang. Oleh karena itu, mungkin kita harus rajin bersyukur dan menjauhi kufur, niscaya rezeki semakin deras mengucur. Bukankah selama ini nikmat-Nya teramat banyak, tak terukur?

Mungkin bisa dibilang saat ini, saya merasa bersyukur dan juga merasa sedih disaat yang bersamaan karena hasil akademik semester ini (semester II), sebenarnya alhamdulillah saya mendapat nilai A untuk 2 mata kuliah tetapi mendapat nilai T juga untuk 2 mata kuliah (T = Tunda, nilai mutunya belum bisa dikeluarkan kemungkinan besar harus diperbaiki dengan tugas tambahan/ ujian remidial). Saya coba menyikapinya dengan respon yang positif, yaitu dengan mencoba untuk bersyukur terlebih dahulu. Karena toh, sebenarnya ini merupakan hasil jerih saya sendiri yang bagaimanapun telah berhasil mendapatkan nilai A untuk 2 mata kuliah, meskipun didampingi dengan nilai T untuk 2 mata kuliah juga haha.. ^^”.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5-6)

“Dah mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Ayat-ayat di atas menjadi pengingat (reminder), khususnya bagi saya pribadi, bahwa apabila kita mengalami berbagai banyak masalah, salah satu solusinya dengan perbanyak bersyukur yang dibarengi dengan sabar yang proaktif, shalat dan do’a kepada Allah SWT.

Saya coba tutup topik ini dengan cerita lucu yang diceritakan oleh Ippho Santosa (masih berkaitan dengan penanaman sikap positif dan rasa syukur tapi dalam ruang lingkup rumah tangga hha..):

Seorang suami menyesal telah mengusir istrinya. Lalu ia menelepon istrinya, “Sayang, maafkan aku. Aku mau kamu kembali.”

Istrinya menjawab, “Hm, di dekatmu ada gelas?”

Suami, “Hah, gelas? Enggak ada, emang kenapa?”

Istri, “Kalau begitu, pergi ke dapur. Ambil sekarang.”

Suami, “Kayaknya kamu mulai aneh. Tapi enggak apa-apa, aku ambil.”

Istri, “Sudah? sekarang lemparkan gelas itu ke lantai.”

Suami, “Baiklah, sayang. Aku lempar gelasnya.”

Istri, “Sekarang, susun kembali gelas itu seperti semula. Mungkin? Enggak mungkin kan? Begitu juga hatiku. Sudah hancur.”

Suami, “Tapi sayang. Gelasnya enggak pecah, soalnya tadi gelas plastik.”

Istrinya terdiam sekian saat. Lalu dengan nada rendah ia berkata, “Ya sudah, habis Maghrib cepetan jemput aku ya.”


Leave a comment

“Sabtu Ceria Berbagi Bersama” Oleh HMPF Dan HIMAPASCA KAMIL

This slideshow requires JavaScript.

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi (HMPF) ITB dengan Himapasca Keluarga Mahasiswa Islam (KAMIL) ITB mengadakan kegiatan kerjasama Bakti Sosial, Edukasi Kesehatan Anak dan Lomba Keislaman dengan nama acara “Sabtu Ceria Berbagi Bersama” pada hari sabtu, tanggal 10 Desember 2016, mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Cicayur, Desa Cimenyan, Kab. Bandung. Dengan jumlah peserta siswa SD N 1 dan 2 Cicayur sebanyak ± 339 anak dan jumlah gabungan panitia dari HMPF dan KAMIL sebanyak ± 46 mahasiswa. Tujuan dari dilakukannya beragam kegiatan bersama ini, yaitu: a). Bakti Sosial, bertujuan memberikan bingkisan makanan jajanan sehat bagi masing-masing siswa SD dan sejumlah buku islami bagi perpustakaan SD N 1 dan 2 Cicayur; b). Edukasi Kesehatan Anak, sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap kebersihan diri dan lingkungan agar lebih aktif menjaga diri dan lingkungannya sehingga mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya masing-masing dan mewujudkan lingkungan sehat; dan c). Lomba-Lomba Keislaman, bertujuan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kembali minat/ motivasi, kreativitas diri dan prestasi anak-anak dalam mempelajari agama Islam.

Rangkaian acara “Sabtu Ceria Berbagi Bersama” yang dilaksanakan, meliputi:

  1. Pembukaan yang disampaikan oleh Moderator (MC)
  2. Doa Pembuka oleh Rahmat Hidayat, S.Si.
  3. Pemberian Kata-Kata Sambutan, oleh: a). Perwakilan Kepala Sekolah SD Negeri 1 dan 2 Cicayur, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.; b). Ketua Himapasca KAMIL, yaitu: Firdha Alam Cahaya, S.Si.; c). Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi (HMPF), yaitu: Purnawan Putra Pontana, S.Si., Apt.
  4.    Acara Sesi ke-I (dari HMPF), yaitu:

            Edukasi Kesehatan Anak untuk seluruh siswa gabungan SD N 1 dan 2 Cicayur dari kelas 1-6. Edukasinya terdiri dari: Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Edukasi Perlindungan Anak dari Bahaya Kejahatan Seksual. PHBS meliputi: membiasakan anak membuang sampah dengan benar, memilih jajanan sehat dan cara cuci tangan yang baik (air bersih yang mengalir dan sabun). Edukasi Kesehatan Anak ini diakhiri dengan pemberian bingkisan jajanan sehat dan beberapa hadiah bagi siswa yang interaktif.

  1. Acara Sesi ke-II (dari KAMIL), yaitu:

            Lomba-Lomba Keislaman, yang terdiri dari: Lomba Cerdas Cermat, Lomba Hapalan Al-Qur’an dan Lomba Ceramah. Dilanjutkan dengan pemberian Piagam Sertifikat dan hadiah bagi para pemenang Lomba Keislaman (bagi seluruh peserta tetap mendapat sertifikat keikutsertaan) dan diakhiri pemberian Piagam bagi para Juri.

  1. Acara Sesi ke-III, yaitu: pemberian Plakat kepada Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Cicayur atas apresiasinya dan pemberian izinnya terhadap pelaksanaan kegiatan kita.
  2. Istirahat, shalat dan makan (Ishoma) di Masjid dekat SD N 1 dan 2 Cicayur serta Evaluasi Kegiatan Bersama.
  3. Pengakraban seluruh panitia dari HMPF dan KAMIL selama ± 1 jam di tempat Wisata Alam Bukit Moko (Bukit Bintang, Dermaga Bintang dan Patahan Lembang).

          Terima kasih sebelumnya kepada Sekolah Farmasi (SF), rekan-rekan donatur dan para mahasiswa pascasarjana SF dari tiap-tiap Kelompok Keilmuan yang telah memberikan bantuan, baik berupa dana maupun materi/ barang. Semoga diberikan  balasan kebaikan yang lebih baik oleh Allah Swt. Dan juga tidak lupa, semoga jalinan silaturahmi dan kebersamaan dari seluruh rekan HMPF dan Himapasca KAMIL setelah kegiatan ini dapat terus terjaga serta hasil dari kegiatan bersama ini menghasilkan nilai manfaat baik bagi para panitianya sendiri maupun bagi seluruh siswa binaannya.


Leave a comment

Semoga Usianya Diberkahi Allah Swt. dan Sehat Selalu Mah-Pak :D

Bismillahirrahmanirrahim, Ya Rabb, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya. Ya Allah, buatlah aku “takut” kepada kedua orang tuaku, sebagaimana sesuai dengan salah satu isi Firman-Mu sebagai Penguasa bumi dan langit ini. Buatlah aku berbakti kepada mereka, sebagaimana kebaikan yang telah mereka berikan kepadaku.

Untuk perempuan yang selalu mencoba memberikan yang terbaik pada diri saya atau setidaknya melihat yang terbaik dalam diri saya, terlepas dari apa yang sudah saya lakukan.

Kusampaikan beberapa untai doa sebagai hadiah dari anakmu ini. Selamat ulang tahun Ibu .

15000661_10206433971642850_4618975401906103907_o


Leave a comment

Rencana Penelitian Riset (Proposal) di LPPM ITB

krik.. krik.. maaf kalau sepi, jarang update post di blog ini lagi hhe.. ^^a (mudah-mudahan ga kaku lagi kalau sudah lama enggak nulis/ ngetik nih :P)

Alhamdulillah, sebelumnya saya tertarik pada suatu ilmu atau kajian dan berencana ingin mendalami ilmu tersebut di penelitian riset nanti. Saya juga kagum pada pengajar-pengajarnya yang benar-benar menguasai ilmu tersebut dan memiliki karakteristik life-long learner, berpikiran kritis dan cara pengajarannya yang bagus dan menarik. Sayapun berencana untuk menjadikan salah satu pengajarnya yang menguasai bidang/ ilmu tersebut untuk menjadi pembimbing saya nanti ketika akan melakukan penelitian riset nanti. Eh, baiklah saya sebut saja nama dosennya… namanya Dr. Maria Immaculata Iwo (Bu Ima). (Yang sebenarnya saya diterima tetapi di semester depannya lagi (semester III nanti), karena semester ini kapasitas maksimal mahasiswa bimbingan dosen tersebut sudah penuh hhe.. ^^a).

Tak disangka, waktunya bertepatan dengan adanya pengumpulan proposal untuk research group (kelompok penelitian) dari tiap-tiap KK (Kelompok Keilmuan)/ Fakultas dari LPPM ITB, saya kurang tahu pasti. Dan saya coba direkomendasikan oleh ibunya untuk membuat proposal penelitian dari LPPM ITB periode ini supaya biaya penelitiannya ter-cover oleh pihak LPPM ITB dan memperkecil biaya dari sendiri (aduh, bu alhamdulillah hhe..). Siapa tahu kalau misalnya proposal riset penelitian ini lolos, saya bisa mengambil penelitian di semester ini (*aamiin yra. :D), yang lama penelitiannya kalau tidak salah 1 tahun penelitian ini bersama anggota tim lainnya dalam bentuk kerjasama penelitian.

Berkaitan dengan masih adanya waktu untuk pengumpulan proposal research group LPPM ITB ini, sayapun diberikan kesempatan untuk coba mencari data awal berkaitan bahan penelitian yang akan dilakukan nanti dan bekerja sama dengan bu Ima untuk membuat proposal untuk dikirim ke LPPM ITB tersebut. Research group ini terdiri atas saya, salah satu teman S2 dan salah satu teman S1 yang masing-masing tim ini berasal dari KK Farmakologi-Toksikologi Klinik. Jujur, kalau sudah mau melakukan penelitian, sebelumnya saya harus sudah menguasai bidang penelitian ini. Tapi kenyataannya, saya masih belum menguasai benar dan baru diniatkan untuk belajar terlebih dahulu agar bisa (minimal) mengerti dan memahami keseluruhan ilmunya agar hasil penelitian inipun nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan (insya Allah) dapat bermanfaat bagi orang banyak. Program LPPM ITB yang saya coba ajukan proposalnya ini adalah:

ITB Research Program:

2. Research Group (RG) Research Program

RG Research is the research conducted by faculty staffs in one RG or a combination of several RGs in the Faculty/School in accordance with the related RG road map. The program is intended to push the growth of research that have a certain quality in their respective RG. This research is also expected to be synergized with the final project students, graduate master’s programs and doctoral dissertation research in each RG in order to build ITB as a university-based research. However, the research topic should still be within the framework of achieving the related RG roadmap. The research that is conducted in cooperation of three interdisciplinary (between RGs in the Faculty/School and across the Faculty/School) is expected. RG Research Program is a program that is intended for Research Groups (RG) at ITB in order to support and develop research activities in RG. The proposal submitted by a team of lecturers with the approval of the Chairman of RG and Dean of the Faculty/School where the Principal Investigator is located. This research distinguished by two categories: RG Research Type A with the amount of 150 million Rupiahs and RG Research Type B with the amount of 50 million rupiahs.
(Link: http://www.lppm.itb.ac.id/en/?page_id=15)

Akhir kata, semoga proposal ini dapat lolos dan kelompok penelitian ini dapat diberikan kesempatan untuk melakukan penelitiannya.. Bismillahirrohmanirrohim..

tumblr_m876apaugp1rcpca6o1_1280

2015103115236

(Dik.. kok upload gambarnya lagi hiking? iku sopo? XD… Saya: lagi kangen “kerjasama” hiking saja sama teman-teman ini, udah itu saja hha..)


Leave a comment

Acara Syukuran Wisuda Prodi Pascasarjana Sekolah Farmasi ITB, 28 Juli 2016, T.A. 2015/2016

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Foto Dokumentasi (1). Sebagian Para Wisudawan/ i dan Beberapa Staf Pengajar (Dosen) Prodi Pascasarjana SF ITB

Sekolah Farmasi ITB dan Himpunan Pascasarjana Farmasi (HMPF) ITB telah menyelenggarakan acara syukuran wisuda pascasarjana S2/ S3 Sekolah Farmasi ITB pada hari kamis, 28 Juli 2016, bertempat di selasar Lt. 2, Gedung Labtek VII, Sekolah Farmasi ITB pada pukul 11.00 – 13.30 (selesai). Dihadiri oleh para wisudawan/ wisudawati, staf pengajar (dosen), pegawai non-akademik dan beberapa mahasiswa Sekolah Farmasi ITB.

Sekolah Farmasi meluluskan sebanyak 30 mahasiswanya di periode bulan Juli 2016, tahun akademik 2015/2016. Terdiri dari 2 lulusan program Doktor dan 28 lulusan program Magister.

Syukuran wisuda juga sebagai salah satu bentuk kebanggaan, penghargaan dan sekaligus pelepasan dari HMPF ITB kepada anggotanya yang telah berhasil menyelesaikan studi di Prodi Pascasarjana Sekolah Farmasi ITB. Ketua panitia acara syukuran wisuda Prodi Pascasarjana SF ITB periode ini, yaitu: Anggi Gumilar.

Rangkaian acara syukuran wisuda yang dilaksanakan, meliputi:

  1. Pembukaan acara oleh Fauziah R. sebagai moderator (MC).
  2. Kata sambutan dari perwakilan Prodi Pascasarjana Farmasi ITB oleh Dr. Kusnandar Anggadiredja.
  3. Kata sambutan dari perwakilan Himpunan Pascasarjana Farmasi (HMPF) ITB oleh Purnawan P.
  4. Kesan dan Pesan dari perwakilan para wisudawan/ wisudawati pascasarjana Sekolah Farmasi ITB. Penyampaian kesan dan pesan dipersilahkan dari perwakilan tiap-tiap Kelompok Keilmuan (KK) Prodi Pascasarjana Farmasi ITB, yaitu: Sdri. Vinda Patricia (KK Farmakokimia), Sdri. Thidar (KK Farmakokimia), Sdri. Miftahus S. (KK Bioteknologi), Sdr. Dwianto H. N. (KK Farmasi Industri), Sdr. Abimanyu (KK Keolahragaan), Sdr. Yedy P. S. (KK Farmakologi – Farmasi Klinik).
  5. Pembacaan do’a bagi para wisudawan/ wisudawati pascasarjana Sekolah Farmasi ITB oleh Dicki Bakhtiar P.
  6. Acara ramah – tamah dan makan siang bersama (prasmanan).

Pada kesempatan tersebut, bapak Dr. Kusnandar Anggadiredja mewakili Prodi Pascasarjana Sekolah Farmasi ITB, beliau mengucapkan selamat atas pencapaian atau prestasi yang diraih seluruh wisudawan/ wisudawati sehingga mereka dapat menyelesaikan studinya di Prodi Pascasarjana Sekolah Farmasi. Beliau juga sangat mengharapkan seluruh wisudawan/ i untuk senantiasa memberikan kontribusi positif di bidangnya masing-masing sehingga secara tidak langsung dapat menjaga nama baik almamater.

Acara selanjutnya yaitu kesan dan pesan yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan kelompok keilmuan (KK)/ program pendidikan. Pada prinsipnya, semua perwakilan menyampaikan rasa terima kasih kepada para Staf Pengajar yang senantiasa telah memberikan pengajaran, pengarahan serta bimbingan dengan sabar dan teliti sejak awal hingga mereka dapat dapat menyelesaikan studi di Sekolah Farmasi ITB, demikian pula kepada para staf/ pegawai non-akademik dan semua pihak atas dukungan dan bantuannya selama proses pendidikan di Sekolah Farmasi ITB.

Acara ditutup dengan do’a bagi para wisudawan/ wisudawati pascasarjana Sekolah Farmasi ITB, disusul dengan acara ramah-tamah dan makan siang bersama (prasmanan).

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Foto Dokumentasi (2). Acara Ramah – Tamah dan Makan Siang Bersama

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Foto Dokumentasi (3). Rekan-Rekan Panitia Acara Syukuran Wisuda, Periode Juli ’16, T.A. 2015/ 2016.


Leave a comment

Alhamdulillah, I’ve been 18 years old and 8 years more experiences (#Latepost ^^a)

Doesn’t it have a cool meaning, right? Fufu.. keep yourself feel young friends, because your cells, tissues and organs in your body also regenerate regularly, even your brain cells.. Yup, maybe we have to keep reminding about how wonderful and interesting this life it be, alhamdulillah.

Hmm, by the way, what I have to write which associated with age? How about kind of cartoon film I’ve watched recently hha.. (duh ki, masa mau review mengenai Film kartun yang paparannya berkaitan dengan umur dan di bulan Ramadhan yang penuh maghfirah dan berkah ini ^^a, tapi insya Allah kok kita bisa memetik hikmahnya dari hal ini)

Haven’t you watched “Finding Dory” Film? I have watched it with my younger sister. That film teaches many things (both explicit or implicit), one of them as how to educate your daughter/ son patiently. Eventhough, their child, Dory, has suffered short-term memory loss/ short-term remember relapsed (lupa ingatan jangka pendek) but her parents keep motivate and convince Dory that “short-term memory loss” was not a big problem and can be solved. Her parents also always take her happy by singing a positive/ motivate song hha :D.. I don’t know the title exactly, but the lyrics I remember is.. “~Just keep swimming.. just keep swimming~” :D. In this film, we are taught when we always think positive and try to find a way out or solution of every problem, insya Allah, we could reach or resolve the problem. And in the end, finally, Nemo have more additional family member [exclude: Marlin (his father) and Dory], they are Dory’s parents, Hanks (the Ninja Octopus), Destiny (the Miopi/ Nearsighted Shark Whale), Signal (the Echolocation Beluga). Okay then, I think Nemo’s family complete now hha..

Finding Dory – Official International Trailer #5

Well then, to end this post, I try quoting R. B. Fuller that makes Robert T. Kiyosaki intended to learn more eventhough in his ages now (it’s told in one of Robert T. Kiyosaki’s book), namely:

 

Anda tak bisa belajar lebih sedikit.. Anda hanya bisa belajar lebih banyak” – R. B. Fuller

 

Alhamdulillah, thank you for the quote R. B. Fuller/ Robert T. Kiyosaki, mencerahkan juga menampar hhe..