bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Berbagai Keuntungan dan Tips Merutinkan Olahraga Lari (Running) Bagi Kesehatan Tubuh (Diselipkan Salah Satu Momen Lari Berkesan :D)

This slideshow requires JavaScript.

I can’t say enough about the connection between body and mind; when you stimulate your body, your brain comes alive in ways you can’t simulate in a sedentary position. The brain is an organ, tied integrally to all the other systems in the body, and it’s affected by blood flow, neural transmission, all the processes you undergo when you put your body through its paces.” (Twyla Tharp, 2005)

Olahraga (exercise) merupakan usaha fisik yang dilakukan terutama bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Salah satu olahraga yang hemat dalam pengeluaran dan simpel (tidak memerlukan banyak persiapan alat atau suatu instrumen olahraga lainnya), tapi memiliki banyak sekali manfaat, khususnya dilihat dari sisi kesehatan, contohnya: olahraga lari (running/ jogging).

Olahraga lari merupakan bentuk olahraga aerobic. Aerobic berarti ‘dengan oksigen’ – istilah olahraga aerobic berarti suatu aktivitas fisik yang memproduksi energi dengan mengkombinasi oksigen dengan glukosa darah atau lemak tubuh. Olahraga lari memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tubuh atau fisik menjadi bugar (hasil penelitian menunjukkan olahraga lari meningkatkan kolesterol baik atau HDL dan meningkatkan fungsi paru-paru);
  • menurunkan berat badan;
  • mencegah penyakit (menurunkan resiko kanker dan stroke, banyak tenaga kesehatan merekomendasikan olahraga lari untuk orang-orang yang menderita Diabetes tahap awal, tekanan darah tinggi dan osteoporosis dan juga terbukti membantu menurunkan resiko sakit jantung dengan mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri dan memperkuat jantung);
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh ditunjang dengan paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada pagi hari [saya ambil salah satu contohnya dari hasil penelitian yang tidak disengaja yang dilakukan Prof. Andreanus Soemardji A. (salah satu dosen Farmakologi-Toksikologi Klinik ITB) ketika mengadaptasikan (aklimatisasi) hewan uji yang diperolehnya dari laboratorium di luar ITB yang mengalami kematian yang belum diketahui penyebabnya. Setelah melakukan pengamatan pada gejala di kulit dan sikap lainnya pada hewan uji tersebut serta berbekal sumber referensi yang pak Andre miliki. Akhirnya, diketahui penyebabnya, yaitu salah satu jenis virus Herpes. Prof. Andre kemudian mencoba memaparkan seluruh hewan uji yang masih hidup tersebut dengan cahaya “ultraviolet” pada panjang gelombang tertentu yang menghasilkan kematian tikus berkurang bahkan tidak ada. Kemungkinan aktivitas virulensi dari virus tersebut berkurang dengan paparan cahaya ultraviolet pada panjang gelombang tersebut. Dimana, diketahui juga pada referensi ilmiah bahwa paparan ultraviolet (ultraviolet rays) dari matahari dapat mengaktifkan sel inflamasi (untuk memfagositosis zat asing) di kulit, termasuk virus jenis tertentu].
  • Memperkuat lutut (dan otot serta meningkatkan massa tulang lainnya juga);
  • Menurunkan resiko penyakit demensia;
  • Meningkatkan kepercayaan diri (salah satunya dikarenakan peningkatan kadar hormon dopamine yang menyebabkan rasa senang);

No one in our society needs to be told that exercise is good for us. Whether you are overweight or have a chronic illness or are a slim couch potato, you’ve probably heard or read this dictum countless times throughout your life. But has anyone told you— indeed, guaranteed you—that regular physical activity will make you happier? I swear by it.” (Sonja Lyubomirsky told in The How of Happiness)

  • Menurunkan stres;
  • Menghilangkan depresi;
  • dan manfaat lainnya bagi tubuh, pikiran dan mental kita. (lebih berenergi, lebih fokus dan lain-lain).

Beberapa tips umum bagi teman-teman yang ingin melakukan olahraga lari, yaitu:

  1. Gunakan sepatu yang sesuai, pakaian lari yang sopan (dianjurkan menjaga aurat untuk muslim hhe) dan jam tangan/ handphone untuk menentukan rentang waktu aktivitas lari akan yang dilakukan.
  2. Rencanakan rute larimu. Jika memungkinkan, pilihlah lintasan yang datar atau area berumput daripada permukaan yang keras untuk menurunkan resiko cedera.
  3. Hindari lari dipinggir jalan raya. Hal ini terutama penting jika kamu sebelumnya memiliki kondisi seperti asma, juga asap kendaraan bermotor dapat meningkatkan berbagai resiko keluhan/ penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Hindari juga periode “peak hour” (jam sibuk), jika memungkinkan aturlah jadwalnya pada awal pagi hari atau sore hari.
  4. Pastikan melakukan pemanasan (stretching) terlebih dahulu sebelum mulai lari. Mulailah dengan jalan cepat, tentukan target yang akan dilakukan bisa berupa target rentang waktu (umumnya 10-30 menit per sesi olahraga lari) atau target finish lintasan (misal, 3 keliling lintasan lari atau dalam hitungan kilometer);
  5. Kemudian, setelah melakukan lari, frekuensi gerak langkah kaki diturunkan menjadi lebih rileks/ santai (jalan kaki biasa) sebagai pengganti pendinginan selama beberapa waktu (misal: 5-10 menit), sebelum duduk atau istirahat supaya menghindari terbentuknya varises pada sekitar bagian kaki.
  6. Pastikan tubuh kita tidak kekurangan cairan tubuh, dengan meminum banyak air putih setelah aktivitas olahraga lari.
  7. Biasakan melakukan olahraga lari ini sebagai olahraga rutin minimal 1 kali dalam seminggu (kebetulan, penulis biasa melakukannya 1 kali dalam seminggu hhe :P) atau paling tidak ada waktu untuk mengistirahatkan fisik selama 2 hari dari aktivitas berat untuk menghindari kelebihan latihan yang dapat menyebabkan cedera.

Oh iya, saya juga mau coba share salah satu momen berkesan dari aktivitas lari yang dilakukan, yaitu: ketika melakukan olahraga lari mengelilingi pulau Gili Trawangan, salah satu pulau kecil di Lombok, NTB. Momen lari ini dilakukan 2-3 keliling putaran mengelilingi pulau Gili Trawangan pada pagi hari (sekitar pukul 06.30). Dimana, pada saat itu, bertepatan dengan hari raya Idul Adha sehingga ketika melakukan olahraga lari ditemani dengan lantunan “gema takbir/ takbiran” (dari masjid-masjid yang ada disana, kalau tidak salah berjumlah hanya 3 masjid tetapi karena menggunakan sound speaker sehingga lantunan “gema takbir” cukup nyaring terdengar ke hampir seluruh pulau Gili Trawangan tersebut), yang lokasi pulau Gili-nya sendiri menjadi tempat elit wisata dengan pantainya dan pemandangan gunung Agung yang terletak di Pulau Bali, serta banyak turis-turis asing yang berdatangan. Dan, bisa dibilang rasa bahagia yang dialami pada saat itu luar biasa ^^. (Mungkin teman-teman ada yang penasaran kenapa bisa lari sepagi itu di pulau Gili Trawangan, karena saya malam sebelumnya menginap di salah satu masjid besar disana sambil melakukan gema takbir juga hhe.. alhamdulillah, bisa merasakan momen tersebut :D)

Sumber Pustaka:

  1. Tywla Tharp, Simon and Schuster. 2005. The Creative Habit, Learn It And Use It For Life. Brian Johnson’s PhilosophersNotes.
  2. Running and Jogging – Health Benefits. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
  3. Jacqule Cattanach. Six Benefits of Running. http://www.active.com/running/articles/6-benefits-of-running. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
Advertisements


5 Comments

Pertemuan ke-VI SPN 29 (Topik: Komunikasi Keluarga)

Pemateri: Ust. Sunardi Badruzzaman, pada tgl. 26 Februari 2017.

 

IMG_20170323_100604

Foto: Sertifikat peserta SPN 29 beserta CD Materi dan Pin peserta SPN

Alhamdulillah, sebelumnya mau mengucapkan syukur terlebih dahulu karena telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan Sekolah Pra Nikah (sebagai peserta angkatan ke-29 ini), yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi diri saya (aamiin, insyaallah) dalam menjalani kehidupan rumah tangga nanti ya ^^a. Dan, seiring dengan berakhirnya SPN 29 ini, alhamdulillah juga, akhirnya waktu saya lebih luang untuk memikirkan dan menyelesaikan riset/ penelitian (thesis). Semoga bisa bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang maksimal/ optimal, berkah dan manfaat serta dapat dipublikasi di jurnal internasional ataupun jurnal nasional, aamiin yra., bismillah, la haula wala kuwwata illa billaahil aliyyil ‘adzim :D.

Baiklah, ini ringkasan materi Komunikasi Keluarga, semoga bermanfaat:

  • Keluarga: “Jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama; yang terikat oleh perkawinan, darah atau komitmen, legal atau tidak; yang menganggap diri mereka sebagai keluarga; dan yang berbagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yang berkaitan.” (Galvin dan Brommel, 1991, Hlm. 3)
  • Yang memberikan syafa’at: Rasulullah Saw., Al-Qur’an dan Shaum serta keluarga kita.
  • Komunikasi keluarga adalah suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh (gesture), intonasi suara, tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling membagi pengertian. (Rae Sedwig – 1985, Dikutip dari Achdiat, 1997: 30)
  • Al-Mumtahanah: 4; QS. Al-Ahzab: 21 (“Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan bagi kalian.”)
  • Nabi Adam As., diturunkan di India (Nepal), sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah.
  • Kebanyakan keturunan Nabi dari Nabi Ibrahim As. (18 Rasul yang sudah diketahui)
  • Komunikasi kepada anaknya paling penting dilakukan oleh ayahnya (contoh: Nabi Ibrahim As. berkomunikasi dengan anaknya Nabi Ismail As.; dan Nabi Muhammad Saw. dengan anaknya, seperti: Siti Fatimah ra.)
  • Istri Nabi Ibrahim: Siti Sarah dan Siti Hajar.
  • Di Bandung, 4000 kasus perceraian dalam 1 tahun.
  • Istri biasanya ingin dikomunikasikan, contoh dalam penghasilan.
  • Contoh komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail (anaknya): menanyakan kesediaan anaknya untuk disembelih karena mimpi yang diberikan oleh Allah; komunikasi dalam bekerjasama membangun pondasi Ka’bah.
  • Luqman: 13 (Komunikasi antara Nabi Luqman dengan anaknya) –> Pertama kali tanamkan pendidikan Aqidah pada anak (Anak Ust. Sunardi kelas 4 SD terbiasa membaca Al-Qur’an)
  • Perbedaan gantengnya Rasulullah Saw. dan Nabi Yusuf As. (Nah, lho kenapa jadi ke bahasan sini yah pak ustadz ^^” hhe…):

Apabila datang Nabi Saw., gantengnya menular ke sekitarnya (sahabat-sahabatnya). Sedangkan gantengnya Nabi Yusuf As., apabila Nabi Yusuf As. datang, maka laki-laki lain di sekitarnya seakan-akan menjadi “kurang ganteng”. Wallahu’alam bisshawwab :D.

  • Orang-orang yang berhasil mendidik anak, mereka yang dekat kepada anak.
  • Komunikasi Dalam Keluarga:
  1. Komunikasi pra pernikahan (komunikasi apa yang nampak)
  2. Komunikasi pasca pernikahan:
  3. Komunikasi dengan istri (contoh: komunikasi Nabi Muhammad Saw. dengan istrinya, seperti: Siti Aisyah –> berkomunikasi dalam sehari-hari)
  4. Komunikasi dengan anak
  5. Komunikasi dengan orang tua (selain orang tua sendiri, juga berkomunikasi dengan mertua –> pintar-pintarlah berkomunikasi)
  • Hal-hal yang menentukan gaya dan cara berkomunikasi:
    1. Suasana psikologis
    2. Lingkungan fisik
    3. Kepemimpinan
    4. Bahasa
    5. Perbedaan Usia
  • Tips berkomunikasi: puji pasangan kita, izin dulu kepada istri apabila ingin memberikan uang kepada keluarga, diskusi pekerjaan kepada istri.

 


1 Comment

Pertemuan ke-I Sekolah Pra-Nikah (SPN) Angkatan 29

Assalamu’alaikum wr. wb..

Seiring dengan bertambahnya usia, dari peralihan fase remaja awal menuju fase remaja akhir ini (^^”), yang berupaya untuk menjadi pribadi yang berkembang dari pribadi yang biasanya selalu mencari inspirasi dari orang lain dan berkeinginan ingin menjadi sedikit  menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain [khoirunnaasi ‘anfa uhum linnaas.. (HR. Bukhari-Muslim)] dan mungkin sudah tersadar, sudah harus ada perencanaan untuk “menyempurnakan setengah agama”, yaitu dengan menikah. Yang setengah sisanya dengan bertaqwa kepada Allah Swt. Kesimpulannya, sudah saatnya seorang great pirate yang masih berupaya hijrah ini mengarungi kehidupannya dengan pasangannya (to whom has function as a vice-captain, a navigator or etc..) #halah..hha.

Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. (HR. Jamaah)

Nah, salah satu upaya yang dilakukan ceritanya saya mengikuti Sekolah Pranikah (SPN) yang diadakan oleh YPM Salman ITB-Bidang Dakwah. Dan sudah mengikuti pertemuan ke-I dengan topik materi Ta’aruf, pada hari minggu, tanggal 23 Januari 2017, jam 13.00 s/d selesai.

Kayaknya, kalau tanpa gambar/ ilustrasi serasa ada yang kurang ya, coba lampirkan gambar ah hha.. :

1429110307684

(Eh, anu.. kenapa yang muncul gambar ini ya hha.. anggap saja ini ilustrasinya seseorang yang sedang berusaha memantaskan/ memperbaiki diri menjadi pribadi yang insya Allah siap untuk menikah. Bukan mencari yang kira-kira kriteria perempuannya seperti diatas ini lho yah hha.. tapi terserah pembaca saja yang menyimpulkan lah yah hha..)

Ringkasan-ringkasan (yang benar-benar ringkas karena terkesima dengan para pematerinya hha..) pada Pertemuan I dengan topik Ta’aruf, yaitu:

  1. Materi Ta’aruf ke-I oleh Ust. Yedi Purwanto:
  • Kriteria pasangan: Bisa karena kecantikannya, kekayaan yang banyak, keturunannya dan/ atau agamanya (termasuk etikanya). Utamakan yang no. 4 atau agamanya.
  • Hakikat pernikahan: Pendidikan yang berkesinambungan dan merupakan sunnah nabi Muhammad Saw. untuk menyempurnakan agama. Hukum-hukum lainnya berkaitan dengan pernikahan, meliputi: Hukumnya wajib, dalam kondisi agar tidak terjerumus ke dalam perzinahan dan hukumnya haram apabila niatnya untuk menyakiti pasangannya.
  • Harus ta’aruf dulu (mengenal). Ta’aruf dilakukan harus dari berbagai sisi, meliputi: dilihat dari keturunannya yang banyak (mungkin berkaitan dengan faktor genetik tingkat kesuburan dari masing-masing pasangan, mungkin maksudnya dapat dilihat/ diamati dari jumlah saudara dari calon pasangan atau jumlah saudara dari ayah dan/ ibu dari calon pasangan), sakinah (menimbulkan ketenangan), mawaddah (menimbulkan rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang).
  • Urgensi pernikahan: pandangan akan terjaga (seakan tertutupi untuk melihat perempuan yang bukan istrinya), untuk menjaga farzi/ kemaluan agar tidak mendekati zina –> apabila belum mampu menikah, maka shaumlah (puasa).
  • Langkah-langkah mencari pasangan: yang beriman (berkeyakinan) kemudian dampingi dengan doa dan ikhtiar.
  • Darah yang keluar dari alat kelamin kaum hawa: haid, istihadah (diluar siklus haid) atau nifas.
  • Yang keluar dari alat kelamin kaum adam: sperma, madi (kecapekan secara fisik), wadi (kecapekan secara mental) dan air kencing.
  • Hikmah pernikahan: menciptakan ketenangan dan berprestasi dengan maksimal.
  • Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Agama, dapat sertifikat dengan lisensi dari KUA sehingga pas mau nikah tidak training lagi di KUA.
  • SPN ada 9 materi (include: tambahan materi baru, yaitu Komunikasi Keluarga).

2. Materi Ta’aruf ke-II oleh Ust. Evie Effendi:

  • QS. Al-Hujurat: 13
  • QS. Al-Anbiya: 105
  • Al-Baqarah: 213
  • Biasa sebagai narasumber kajian di Tv-One jam 04.00 a.m. Buku yang dihasilkan: Indonesia Tanpa Pacaran.
  • Litta’arofu .. ketemu di frekuensi yang sama, yang namanya keimanan.
  • Hal-hal yang harus disegerakan: shalat di awal waktu, mempercepat ibadah melakukan kebaikan (termasuk pernikahan)
  • Birrul walidaini ihsana…
  • Allah lagi, Allah dulu, lagi-lagi Allah –> poin terakhir ini maksud ustadz-nya yaitu istikharah.

Mungkin cukup sekian ringkasan materi berkaitan pertemuan ke-I SPN 29 dan pengenalan Sekolah Pranikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan sebenarnya saya tidak ada niatan untuk meneruskan menulis rangkuman pertemuan-pertemuan selanjutnya, hanya memberikan pengenalan saja bagi pembaca mengenai SPN ini hha.. mohon maaf sebelumnya dan terima kasih :). Wassalaamu’alaikum wr. wb.


Leave a comment

Rencana Penelitian Riset (Proposal) di LPPM ITB

krik.. krik.. maaf kalau sepi, jarang update post di blog ini lagi hhe.. ^^a (mudah-mudahan ga kaku lagi kalau sudah lama enggak nulis/ ngetik nih :P)

Alhamdulillah, sebelumnya saya tertarik pada suatu ilmu atau kajian dan berencana ingin mendalami ilmu tersebut di penelitian riset nanti. Saya juga kagum pada pengajar-pengajarnya yang benar-benar menguasai ilmu tersebut dan memiliki karakteristik life-long learner, berpikiran kritis dan cara pengajarannya yang bagus dan menarik. Sayapun berencana untuk menjadikan salah satu pengajarnya yang menguasai bidang/ ilmu tersebut untuk menjadi pembimbing saya nanti ketika akan melakukan penelitian riset nanti. Eh, baiklah saya sebut saja nama dosennya… namanya Dr. Maria Immaculata Iwo (Bu Ima). (Yang sebenarnya saya diterima tetapi di semester depannya lagi (semester III nanti), karena semester ini kapasitas maksimal mahasiswa bimbingan dosen tersebut sudah penuh hhe.. ^^a).

Tak disangka, waktunya bertepatan dengan adanya pengumpulan proposal untuk research group (kelompok penelitian) dari tiap-tiap KK (Kelompok Keilmuan)/ Fakultas dari LPPM ITB, saya kurang tahu pasti. Dan saya coba direkomendasikan oleh ibunya untuk membuat proposal penelitian dari LPPM ITB periode ini supaya biaya penelitiannya ter-cover oleh pihak LPPM ITB dan memperkecil biaya dari sendiri (aduh, bu alhamdulillah hhe..). Siapa tahu kalau misalnya proposal riset penelitian ini lolos, saya bisa mengambil penelitian di semester ini (*aamiin yra. :D), yang lama penelitiannya kalau tidak salah 1 tahun penelitian ini bersama anggota tim lainnya dalam bentuk kerjasama penelitian.

Berkaitan dengan masih adanya waktu untuk pengumpulan proposal research group LPPM ITB ini, sayapun diberikan kesempatan untuk coba mencari data awal berkaitan bahan penelitian yang akan dilakukan nanti dan bekerja sama dengan bu Ima untuk membuat proposal untuk dikirim ke LPPM ITB tersebut. Research group ini terdiri atas saya, salah satu teman S2 dan salah satu teman S1 yang masing-masing tim ini berasal dari KK Farmakologi-Toksikologi Klinik. Jujur, kalau sudah mau melakukan penelitian, sebelumnya saya harus sudah menguasai bidang penelitian ini. Tapi kenyataannya, saya masih belum menguasai benar dan baru diniatkan untuk belajar terlebih dahulu agar bisa (minimal) mengerti dan memahami keseluruhan ilmunya agar hasil penelitian inipun nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan (insya Allah) dapat bermanfaat bagi orang banyak. Program LPPM ITB yang saya coba ajukan proposalnya ini adalah:

ITB Research Program:

2. Research Group (RG) Research Program

RG Research is the research conducted by faculty staffs in one RG or a combination of several RGs in the Faculty/School in accordance with the related RG road map. The program is intended to push the growth of research that have a certain quality in their respective RG. This research is also expected to be synergized with the final project students, graduate master’s programs and doctoral dissertation research in each RG in order to build ITB as a university-based research. However, the research topic should still be within the framework of achieving the related RG roadmap. The research that is conducted in cooperation of three interdisciplinary (between RGs in the Faculty/School and across the Faculty/School) is expected. RG Research Program is a program that is intended for Research Groups (RG) at ITB in order to support and develop research activities in RG. The proposal submitted by a team of lecturers with the approval of the Chairman of RG and Dean of the Faculty/School where the Principal Investigator is located. This research distinguished by two categories: RG Research Type A with the amount of 150 million Rupiahs and RG Research Type B with the amount of 50 million rupiahs.
(Link: http://www.lppm.itb.ac.id/en/?page_id=15)

Akhir kata, semoga proposal ini dapat lolos dan kelompok penelitian ini dapat diberikan kesempatan untuk melakukan penelitiannya.. Bismillahirrohmanirrohim..

tumblr_m876apaugp1rcpca6o1_1280

2015103115236

(Dik.. kok upload gambarnya lagi hiking? iku sopo? XD… Saya: lagi kangen “kerjasama” hiking saja sama teman-teman ini, udah itu saja hha..)


Leave a comment

Alhamdulillah, I’ve been 18 years old and 8 years more experiences (#Latepost ^^a)

Doesn’t it have a cool meaning, right? Fufu.. keep yourself feel young friends, because your cells, tissues and organs in your body also regenerate regularly, even your brain cells.. Yup, maybe we have to keep reminding about how wonderful and interesting this life it be, alhamdulillah.

Hmm, by the way, what I have to write which associated with age? How about kind of cartoon film I’ve watched recently hha.. (duh ki, masa mau review mengenai Film kartun yang paparannya berkaitan dengan umur dan di bulan Ramadhan yang penuh maghfirah dan berkah ini ^^a, tapi insya Allah kok kita bisa memetik hikmahnya dari hal ini)

Haven’t you watched “Finding Dory” Film? I have watched it with my younger sister. That film teaches many things (both explicit or implicit), one of them as how to educate your daughter/ son patiently. Eventhough, their child, Dory, has suffered short-term memory loss/ short-term remember relapsed (lupa ingatan jangka pendek) but her parents keep motivate and convince Dory that “short-term memory loss” was not a big problem and can be solved. Her parents also always take her happy by singing a positive/ motivate song hha :D.. I don’t know the title exactly, but the lyrics I remember is.. “~Just keep swimming.. just keep swimming~” :D. In this film, we are taught when we always think positive and try to find a way out or solution of every problem, insya Allah, we could reach or resolve the problem. And in the end, finally, Nemo have more additional family member [exclude: Marlin (his father) and Dory], they are Dory’s parents, Hanks (the Ninja Octopus), Destiny (the Miopi/ Nearsighted Shark Whale), Signal (the Echolocation Beluga). Okay then, I think Nemo’s family complete now hha..

Finding Dory – Official International Trailer #5

Well then, to end this post, I try quoting R. B. Fuller that makes Robert T. Kiyosaki intended to learn more eventhough in his ages now (it’s told in one of Robert T. Kiyosaki’s book), namely:

 

Anda tak bisa belajar lebih sedikit.. Anda hanya bisa belajar lebih banyak” – R. B. Fuller

 

Alhamdulillah, thank you for the quote R. B. Fuller/ Robert T. Kiyosaki, mencerahkan juga menampar hhe..


Kepanitiaan Seminar Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Spanduk Seminar

Gambar 1. Spanduk Acara Seminar (Credit and thanks to: Ikhwan Yuda K., Koor. Publikasi dan Dokumentasi)

Acara Seminar Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah ini terbentuk dari kombinasi inisiasi Divisi Internal Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi (HMPF) dan hasil musyawarah rapat/ diskusi terbuka dengan seluruh atau perwakilan seluruh Kelompok Keilmuan (KK) pascasarjana Farmasi ITB. Seminar ini bertujuan untuk membantu teman-teman mahasiswa pascasarjana yang berencana, sedang ataupun sudah mengerjakan penelitian/ research-nya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan praktis/ terapan serta motivasi berkaitan dengan penulisan hasil penelitian masing-masing peserta dan pemaparan serta gambaran lebih nyata mengenai kiat-kiat atau upaya dalam men-submit atau publikasi hasil tulisan penelitian ke jurnal nasional ataupun jurnal internasional.

Kegiatan seminar ini dilaksanakan dan dikoordinasi oleh para pengurus HMPF. Dimana, HMPF baru tahun ini (2016) diaktifkan kembali setelah beberapa tahun/ periode di non-aktifkan oleh pihak Sekolah Farmasi (SF) ITB. Dengan kata lain, pengurus-pengurusnya baru ditentukan periode ini dengan ketua Himpunan HMPF terpilih, yaitu: Purnawan P. Pengaktifan kembali organisasi ini diharapkan dapat menyelenggarakan program-program kerja yang sinergis ataupun menunjang terhadap mahasiswa pascasarjana Farmasi ITB dan dapat bermanfaat/ berkontribusi baik bagi pihak internal SF maupun terhadap masyarakat secara umum/ secara ilmiah.

Ah, tapi saya kagum dengan teman-teman pengurus HMPF dalam kepanitiaan acara seminar ini. Persiapan acara seminar, yang dimulai dari pengambilan keputusan atas hasil sebelumnya, inisiasi pemilihan rencana kegiatan yang sudah mempertimbangkan hasil musyawarah rapat/ diskusi terbuka dengan perwakilan seluruh kelompok keilmuan (KK) pascasarjana Farmasi ITB (Biologi Bahan Alam; Farmasi Klinik – Farmakologi dan Toksikologi Klinik; Farmasetika – Bioteknologi; Farmakokimia; Farmasi Industri dan Keolahragaan), hingga acaranya terlaksana pada hari H berlangsung kurang lebih 1 bulan 1 minggu, waktunya relatif cukup singkat (inisiasi rencana acara → pertengahan bulan April 2016; acara terlaksana → 21 Mei 2016).

Tapi, untungnya teman-teman di kepanitiaan menurut saya luar biasa kerjasamanya (termasuk via online berupa komunikasi chatting/ grup whatsapp), masing-masing berusaha untuk inisiatif dan inovatif dalam hal mengambil keputusan untuk job desk-nya masing-masing, secara mereka memang insya Allah pinter-pinter pada dasarnya hhe.. (mudah-mudahan nular ke saya  :D). Seluruh teman kepanitiaan rela membagi waktu untuk membantu kelancaran acara ini sesuai job description masing-masing divisi/ sie.-nya, meskipun dalam suasana akan menghadapi/ sedang ujian akhir semester (UAS), perkuliahannya yang intens ataupun sedang melakukan penelitian (sebagian panitia semester atas). Mudah-mudahan tidak mengganggu dan dapat tetap memprioritaskan ujian dan perkuliahannya teman-teman panitia selama kepanitiaan acara seminar ini dilaksanakan.

Acara seminar ini dilaksanakan dengan target peserta 80 mahasiswa pascasarjana Farmasi, acara berlangsung dari pukul 08.00-12.00 (bahkan sampai pukul 12.30 pada hari H), bertempat di gedung Achmad Bakrie, ruang Edukatorium Lt. 4, Labtek VII Sekolah Farmasi ITB.

Sesi I : How to Write a Scientific Paper (Prof. Dr. Satria Bijaksana)

Sesi II : How to Publish the Paper into International Pharmaceutical Journals (Dr. Heni Rachmawati, M.Si., Apt.)

Oh iya, setelah melewati kebersamaan kepanitiaan acara kemarin, jadi ingin mengutip quote ini, hhe.. :

“Hidup memang tidak bisa terlepas dari berbagai tekanan, namun semua kesulitan merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk bisa mengatasinya. Tekanan-tekanan itu sesungguhnya dapat dilihat sebagai stimulus atau dorongan yang membentuk watak, karakter dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bersikap terhadap sebuah kejadian.” (Agung Fatwa)

At least, thank you all for your sharing, teamworking, togetherness, and another positive things. Hopefully, this seminar have many benefits and blessings for the organizers and the participants :D.

IMG_3038

Gambar 2. Foto Dokumentasi (Sebagian) Peserta

IMG_3073

Gambar 3. Foto Dokumentasi Sebagian Panitia [Atas: Santi S., D. Putri P., Iwa I. H., Anggi G., Diki “kiddo”; Tengah: Cintya N. A., Putriana R., Susanti, Juniza S., Mutiara I., Widya D. A.; Bawah: Purnawan P., Tegar A.; Ikhwan Yuda K. (saya ikut sertakan juga meskipun berhalangan hadir karena bentrok dengan acara lain) dan Lina R. yang mudik keluar kota hha..]


Leave a comment

Bersabarlah.. dan Kuatkanlah Kesabaranmu.. Agar Kamu Beruntung :D

silhouette-1

Ketakutan besar kita, bukanlah karena kita kekurangan.

Ketakutan kita ialah kekuatan, kuat melampaui batas.

Cahayalah, bukan kegelapan, yang menakutkan kita.

Kita bertanya kepada diri sendiri: Apa aku akan menjadi cemerlang, hebat, berbakat dan menakjubkan?

Sebenarnya siapa anda? Anda adalah kesayangan Tuhan (Allah Swt.).

Peran kecil anda tak dapat melayani dunia.

Tak ada yang perlu dibanggakan  tentang kerendah dirian hingga orang lain tak merasa terancam bersama anda.

Kita terlahir untuk menampakkan keagungan Tuhan (Allah Swt.),

di dalam diri kita.

Ini bukan hanya ada pada segelintir orang;

ini ada pada setiap orang.

Dan jika kita bebaskan cahaya kita memancar,

kita secara tak sadar memberi orang lain kesempatan untuk melakukan hal serupa.

Saat kita membebaskan diri dari ketakutan,

kehadiran kita dengan sendirinya

akan membebaskan orang lain.

– Marianne Williamson (Terbitan HarperCollins, New York, dengan sedikit editan dari saya ^^a) –

“Hai orang-orang yang beriman, BERSABARLAH kamu dan KUATKANLAH kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan BERTAKWALAH kepada Allah, supaya kamu BERUNTUNG.” (QS. Ali Imran: 200)”

Mari bersama-sama bersabar dalam kebaikan, memperbaiki diri dan dalam meraih segala tujuan kita (meskipun, terkadang kita belum secara jelas memaknai tujuan kita khususnya dalam hal pencapaian di dunia ini.. mudah-mudahan kita diberikan titik terang dan semoga hal ini maslahat tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang banyak. Amin.).

Ampuni kami ya Allah, apabila kami selalu mendikte engkau dalam sikap ataupun doa-doa kami agar Engkau mengarahkan hidup kami (yang selalu menuntut) untuk begini.. dan begini.. seakan-akan kami tahu yang terbaik bagi diri kami sendiri, padahal tak.. Engkaulah yang sebenarnya Menciptakan dan Menganugerahkan akal ini. Maafkanlah atas kesombongan kami, atas segala tuntutan kami dalam segala sikap dan doa kami, Engkaulah yang Maha Memberi, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu atas diri kami.. Perkenankanlah kami ya Allah, agar selalu dapat berprasangka baik terhadap diri kami sendiri. Karena kami yakin apabila kami berprasangka baik terhadap diri kami, menandakan bahwa kamipun berprasangka baik terhadap Engkau ya Allah, Pencipta kami. Maafkan atas kelalaian kami, semoga engkau memberikan karunia, rahmat dan hidayah kepada kami untuk selalu berusaha, berdoa dan bertawakal akan hal-hal yang terbaik yang dapat kami lakukan dengan seizin-Mu. Amiin ya robbal alamin.