bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Bermulai dari Diri Sendiri, Sekarang, Terkecil dan Disini

This slideshow requires JavaScript.

Mungkin teman-teman bertanya, lho kok, apa yang dimaksud judul artikelnya yang “Bermulai dari Diri Sendiri, Sekarang, Terkecil dan Disini?”. Jawaban dari maksud judul artikel ini yaitu suatu bentuk perbuatan kebaikan. Nah, memangnya perbuatan kebaikan seperti apa? Saya mungkin menjelaskan bentuk kebaikan secara umum tetapi mengambil beberapa contoh bentuk kebaikan spesifik tertentu… Misal nih,

  1. Dengan membantu kesulitan orang lain hingga terbantukan atau bahkan terselesaikan solusinya;
  2. Memberikan hadiah (atau oleh-oleh) bagi keluarga, tetangga, teman atau kerabat kita;
  3. Menjaga amanah dan melakukan kontribusi sesuai tugas dan kewajiban kita apabila dipercayai sebagai salah satu pengurus atau pemimpin di suatu organisasi. Karena sebenarnya, sesuai pepatah kuno Belanda, “Leiden is Lijden (Memimpin adalah menderita)”. Oleh karena itu, sebenarnya saya mengagumi sikap Abdurrahman bin ‘Auf ra. ketika terpilih menjadi salah satu calon pemimpin dari 6 calon pemimpin yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab ra. untuk menggantikan beliau, dan kemudian jumlah calonnya mengerucut menjadi 3 calon pemimpin (dalam musyawarah, nama kandidat mengerucut menjadi tiga, yaitu: Utsman, Ali dan Abdurrahman bin ‘Auf. Itu terjadi setelah tiga anggota formatur memilih tiga lainnya. Zubair memilih Ali, Thalhah memilih Utsman, sedangkan Sa’ad memilih Abdurrahman bin ‘Auf). Yang kemudian, Abdurrahman bin ‘Auf melepaskan haknya untuk dipilih dan akhirnya diamanahi sebagai ketua Majelis untuk pemilihan antara 2 kandidat, yaitu antara Utsman ra. dan Ali ra.;
  4. Bahkan menunjukkan senyum atau wajah ceria terhadap saudara kita termasuk bernilai sedekah bagi kita. Sesuai salah satu hadist Rasulullah Saw., dari Abu Dzar r.a., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “tabassumuka fii wajhi akhiika laka shodaqoh (Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu)” (HR. At-Tirmidzi (No. 1956), Ibnu Hibban (No. 474 dan 529) dll., dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh At-Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shahihah” (No. 572). Tapi, #reminder bagi diri sendiri dan teman-teman, terkait soal senyuman ini, para ulama memberi syarat bolehnya seorang muslim/ muslimah tersenyum pada lawan jenisnya, yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Berarti sering-seringnya pasang poker face/ wajah lempeng mungkin yah kalau sama lawan jenis dan sekedarnya saja, seperti emoticon ini -.- hhe.. kecuali dapat dipuas-puaskan senyum sama pasangan halal kita, eh, keluarga mahram kita maksudnya hhe (lagi)..
  5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan buku-buku bermanfaat lainnya [karena perintah Allah Swt. terhadap Rasul Saw. dan umatnya (termasuk kita) adalah dengan bacalah, nah kan, jadi tertampar lagi ini -.-“. Karena membaca 1 huruf dari Al-Qur’an mendapat 10 kebaikan #reminder].
  6. Dan beberapa bentuk kebaikan lainnya yang mungkin tidak pernah saya lakukan atau bahkan belum terpikirkan sama sekali untuk dilakukan ^^a..

Kebaikan yang dilakukan mulailah dari melakukan perubahan atau perbaikan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik dan dimulai dari sekarang seperti mengurangi atau bahkan mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik (menjadi lebih disiplin, meningkatkan rutinitas membaca, banyak berkata baik atau diam sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw. dan lain-lain). Oh iya, kenapa kita harus merutinkan membaca? #Reminder bagi diri sendiri juga, karena buku adalah obat. Sesuai kata-kata bijak, A library is a hospital for the mind. Reading improves the mind, like a hospital improves the body.

Kebaikan yang dilakukan dapat dimulai dari hal-hal terkecil dan “disini”, memulainya dapat dari lingkungan terdekat atau di lingkungan masyarakat kita. Bergaullah, bersosialisasilah, turun tanganlah untuk bantu-bantu. Sediakan waktu, meski sesaat untuk berbincang dengan mereka. Bahkan jika malu, cukup jadilah pendengar yang baik. Respon dengan senyummu sesekali. #Reminderbagidirisendirilagi

Mungkin, sebagai kalimat penutup mengenai #reminder untuk berbuat kebaikan yang “bemulai dari diri sendiri, sekarang, terkecil dan disini”, saya coba cantumkan salah satu nasihat Buya Hamka, yaitu: Man proposes, Allah disposes; it means you have to do the best you can, but you can’t control everything. Jadi, akhirnya segala perbuatan kita dikembalikan lagi kepada Allah Swt. akan bermuara dimana nantinya hhe.. wa’alaikumsalam wr. wb. guys :D.


Leave a comment

Berbagai Keuntungan dan Tips Merutinkan Olahraga Lari (Running) Bagi Kesehatan Tubuh (Diselipkan Salah Satu Momen Lari Berkesan :D)

This slideshow requires JavaScript.

I can’t say enough about the connection between body and mind; when you stimulate your body, your brain comes alive in ways you can’t simulate in a sedentary position. The brain is an organ, tied integrally to all the other systems in the body, and it’s affected by blood flow, neural transmission, all the processes you undergo when you put your body through its paces.” (Twyla Tharp, 2005)

Olahraga (exercise) merupakan usaha fisik yang dilakukan terutama bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Salah satu olahraga yang hemat dalam pengeluaran dan simpel (tidak memerlukan banyak persiapan alat atau suatu instrumen olahraga lainnya), tapi memiliki banyak sekali manfaat, khususnya dilihat dari sisi kesehatan, contohnya: olahraga lari (running/ jogging).

Olahraga lari merupakan bentuk olahraga aerobic. Aerobic berarti ‘dengan oksigen’ – istilah olahraga aerobic berarti suatu aktivitas fisik yang memproduksi energi dengan mengkombinasi oksigen dengan glukosa darah atau lemak tubuh. Olahraga lari memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tubuh atau fisik menjadi bugar (hasil penelitian menunjukkan olahraga lari meningkatkan kolesterol baik atau HDL dan meningkatkan fungsi paru-paru);
  • menurunkan berat badan;
  • mencegah penyakit (menurunkan resiko kanker dan stroke, banyak tenaga kesehatan merekomendasikan olahraga lari untuk orang-orang yang menderita Diabetes tahap awal, tekanan darah tinggi dan osteoporosis dan juga terbukti membantu menurunkan resiko sakit jantung dengan mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri dan memperkuat jantung);
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh ditunjang dengan paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada pagi hari [saya ambil salah satu contohnya dari hasil penelitian yang tidak disengaja yang dilakukan Prof. Andreanus Soemardji A. (salah satu dosen Farmakologi-Toksikologi Klinik ITB) ketika mengadaptasikan (aklimatisasi) hewan uji yang diperolehnya dari laboratorium di luar ITB yang mengalami kematian yang belum diketahui penyebabnya. Setelah melakukan pengamatan pada gejala di kulit dan sikap lainnya pada hewan uji tersebut serta berbekal sumber referensi yang pak Andre miliki. Akhirnya, diketahui penyebabnya, yaitu salah satu jenis virus Herpes. Prof. Andre kemudian mencoba memaparkan seluruh hewan uji yang masih hidup tersebut dengan cahaya “ultraviolet” pada panjang gelombang tertentu yang menghasilkan kematian tikus berkurang bahkan tidak ada. Kemungkinan aktivitas virulensi dari virus tersebut berkurang dengan paparan cahaya ultraviolet pada panjang gelombang tersebut. Dimana, diketahui juga pada referensi ilmiah bahwa paparan ultraviolet (ultraviolet rays) dari matahari dapat mengaktifkan sel inflamasi (untuk memfagositosis zat asing) di kulit, termasuk virus jenis tertentu].
  • Memperkuat lutut (dan otot serta meningkatkan massa tulang lainnya juga);
  • Menurunkan resiko penyakit demensia;
  • Meningkatkan kepercayaan diri (salah satunya dikarenakan peningkatan kadar hormon dopamine yang menyebabkan rasa senang);

No one in our society needs to be told that exercise is good for us. Whether you are overweight or have a chronic illness or are a slim couch potato, you’ve probably heard or read this dictum countless times throughout your life. But has anyone told you— indeed, guaranteed you—that regular physical activity will make you happier? I swear by it.” (Sonja Lyubomirsky told in The How of Happiness)

  • Menurunkan stres;
  • Menghilangkan depresi;
  • dan manfaat lainnya bagi tubuh, pikiran dan mental kita. (lebih berenergi, lebih fokus dan lain-lain).

Beberapa tips umum bagi teman-teman yang ingin melakukan olahraga lari, yaitu:

  1. Gunakan sepatu yang sesuai, pakaian lari yang sopan (dianjurkan menjaga aurat untuk muslim hhe) dan jam tangan/ handphone untuk menentukan rentang waktu aktivitas lari akan yang dilakukan.
  2. Rencanakan rute larimu. Jika memungkinkan, pilihlah lintasan yang datar atau area berumput daripada permukaan yang keras untuk menurunkan resiko cedera.
  3. Hindari lari dipinggir jalan raya. Hal ini terutama penting jika kamu sebelumnya memiliki kondisi seperti asma, juga asap kendaraan bermotor dapat meningkatkan berbagai resiko keluhan/ penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Hindari juga periode “peak hour” (jam sibuk), jika memungkinkan aturlah jadwalnya pada awal pagi hari atau sore hari.
  4. Pastikan melakukan pemanasan (stretching) terlebih dahulu sebelum mulai lari. Mulailah dengan jalan cepat, tentukan target yang akan dilakukan bisa berupa target rentang waktu (umumnya 10-30 menit per sesi olahraga lari) atau target finish lintasan (misal, 3 keliling lintasan lari atau dalam hitungan kilometer);
  5. Kemudian, setelah melakukan lari, frekuensi gerak langkah kaki diturunkan menjadi lebih rileks/ santai (jalan kaki biasa) sebagai pengganti pendinginan selama beberapa waktu (misal: 5-10 menit), sebelum duduk atau istirahat supaya menghindari terbentuknya varises pada sekitar bagian kaki.
  6. Pastikan tubuh kita tidak kekurangan cairan tubuh, dengan meminum banyak air putih setelah aktivitas olahraga lari.
  7. Biasakan melakukan olahraga lari ini sebagai olahraga rutin minimal 1 kali dalam seminggu (kebetulan, penulis biasa melakukannya 1 kali dalam seminggu hhe :P) atau paling tidak ada waktu untuk mengistirahatkan fisik selama 2 hari dari aktivitas berat untuk menghindari kelebihan latihan yang dapat menyebabkan cedera.

Oh iya, saya juga mau coba share salah satu momen berkesan dari aktivitas lari yang dilakukan, yaitu: ketika melakukan olahraga lari mengelilingi pulau Gili Trawangan, salah satu pulau kecil di Lombok, NTB. Momen lari ini dilakukan 2-3 keliling putaran mengelilingi pulau Gili Trawangan pada pagi hari (sekitar pukul 06.30). Dimana, pada saat itu, bertepatan dengan hari raya Idul Adha sehingga ketika melakukan olahraga lari ditemani dengan lantunan “gema takbir/ takbiran” (dari masjid-masjid yang ada disana, kalau tidak salah berjumlah hanya 3 masjid tetapi karena menggunakan sound speaker sehingga lantunan “gema takbir” cukup nyaring terdengar ke hampir seluruh pulau Gili Trawangan tersebut), yang lokasi pulau Gili-nya sendiri menjadi tempat elit wisata dengan pantainya dan pemandangan gunung Agung yang terletak di Pulau Bali, serta banyak turis-turis asing yang berdatangan. Dan, bisa dibilang rasa bahagia yang dialami pada saat itu luar biasa ^^. (Mungkin teman-teman ada yang penasaran kenapa bisa lari sepagi itu di pulau Gili Trawangan, karena saya malam sebelumnya menginap di salah satu masjid besar disana sambil melakukan gema takbir juga hhe.. alhamdulillah, bisa merasakan momen tersebut :D)

Sumber Pustaka:

  1. Tywla Tharp, Simon and Schuster. 2005. The Creative Habit, Learn It And Use It For Life. Brian Johnson’s PhilosophersNotes.
  2. Running and Jogging – Health Benefits. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
  3. Jacqule Cattanach. Six Benefits of Running. http://www.active.com/running/articles/6-benefits-of-running. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.


5 Comments

Pertemuan ke-VI SPN 29 (Topik: Komunikasi Keluarga)

Pemateri: Ust. Sunardi Badruzzaman, pada tgl. 26 Februari 2017.

 

IMG_20170323_100604

Foto: Sertifikat peserta SPN 29 beserta CD Materi dan Pin peserta SPN

Alhamdulillah, sebelumnya mau mengucapkan syukur terlebih dahulu karena telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan Sekolah Pra Nikah (sebagai peserta angkatan ke-29 ini), yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi diri saya (aamiin, insyaallah) dalam menjalani kehidupan rumah tangga nanti ya ^^a. Dan, seiring dengan berakhirnya SPN 29 ini, alhamdulillah juga, akhirnya waktu saya lebih luang untuk memikirkan dan menyelesaikan riset/ penelitian (thesis). Semoga bisa bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang maksimal/ optimal, berkah dan manfaat serta dapat dipublikasi di jurnal internasional ataupun jurnal nasional, aamiin yra., bismillah, la haula wala kuwwata illa billaahil aliyyil ‘adzim :D.

Baiklah, ini ringkasan materi Komunikasi Keluarga, semoga bermanfaat:

  • Keluarga: “Jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama; yang terikat oleh perkawinan, darah atau komitmen, legal atau tidak; yang menganggap diri mereka sebagai keluarga; dan yang berbagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yang berkaitan.” (Galvin dan Brommel, 1991, Hlm. 3)
  • Yang memberikan syafa’at: Rasulullah Saw., Al-Qur’an dan Shaum serta keluarga kita.
  • Komunikasi keluarga adalah suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh (gesture), intonasi suara, tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling membagi pengertian. (Rae Sedwig – 1985, Dikutip dari Achdiat, 1997: 30)
  • Al-Mumtahanah: 4; QS. Al-Ahzab: 21 (“Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan bagi kalian.”)
  • Nabi Adam As., diturunkan di India (Nepal), sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah.
  • Kebanyakan keturunan Nabi dari Nabi Ibrahim As. (18 Rasul yang sudah diketahui)
  • Komunikasi kepada anaknya paling penting dilakukan oleh ayahnya (contoh: Nabi Ibrahim As. berkomunikasi dengan anaknya Nabi Ismail As.; dan Nabi Muhammad Saw. dengan anaknya, seperti: Siti Fatimah ra.)
  • Istri Nabi Ibrahim: Siti Sarah dan Siti Hajar.
  • Di Bandung, 4000 kasus perceraian dalam 1 tahun.
  • Istri biasanya ingin dikomunikasikan, contoh dalam penghasilan.
  • Contoh komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail (anaknya): menanyakan kesediaan anaknya untuk disembelih karena mimpi yang diberikan oleh Allah; komunikasi dalam bekerjasama membangun pondasi Ka’bah.
  • Luqman: 13 (Komunikasi antara Nabi Luqman dengan anaknya) –> Pertama kali tanamkan pendidikan Aqidah pada anak (Anak Ust. Sunardi kelas 4 SD terbiasa membaca Al-Qur’an)
  • Perbedaan gantengnya Rasulullah Saw. dan Nabi Yusuf As. (Nah, lho kenapa jadi ke bahasan sini yah pak ustadz ^^” hhe…):

Apabila datang Nabi Saw., gantengnya menular ke sekitarnya (sahabat-sahabatnya). Sedangkan gantengnya Nabi Yusuf As., apabila Nabi Yusuf As. datang, maka laki-laki lain di sekitarnya seakan-akan menjadi “kurang ganteng”. Wallahu’alam bisshawwab :D.

  • Orang-orang yang berhasil mendidik anak, mereka yang dekat kepada anak.
  • Komunikasi Dalam Keluarga:
  1. Komunikasi pra pernikahan (komunikasi apa yang nampak)
  2. Komunikasi pasca pernikahan:
  3. Komunikasi dengan istri (contoh: komunikasi Nabi Muhammad Saw. dengan istrinya, seperti: Siti Aisyah –> berkomunikasi dalam sehari-hari)
  4. Komunikasi dengan anak
  5. Komunikasi dengan orang tua (selain orang tua sendiri, juga berkomunikasi dengan mertua –> pintar-pintarlah berkomunikasi)
  • Hal-hal yang menentukan gaya dan cara berkomunikasi:
    1. Suasana psikologis
    2. Lingkungan fisik
    3. Kepemimpinan
    4. Bahasa
    5. Perbedaan Usia
  • Tips berkomunikasi: puji pasangan kita, izin dulu kepada istri apabila ingin memberikan uang kepada keluarga, diskusi pekerjaan kepada istri.

 


1 Comment

Pertemuan ke-I Sekolah Pra-Nikah (SPN) Angkatan 29

Assalamu’alaikum wr. wb..

Seiring dengan bertambahnya usia, dari peralihan fase remaja awal menuju fase remaja akhir ini (^^”), yang berupaya untuk menjadi pribadi yang berkembang dari pribadi yang biasanya selalu mencari inspirasi dari orang lain dan berkeinginan ingin menjadi sedikit  menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain [khoirunnaasi ‘anfa uhum linnaas.. (HR. Bukhari-Muslim)] dan mungkin sudah tersadar, sudah harus ada perencanaan untuk “menyempurnakan setengah agama”, yaitu dengan menikah. Yang setengah sisanya dengan bertaqwa kepada Allah Swt. Kesimpulannya, sudah saatnya seorang great pirate yang masih berupaya hijrah ini mengarungi kehidupannya dengan pasangannya (to whom has function as a vice-captain, a navigator or etc..) #halah..hha.

Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. (HR. Jamaah)

Nah, salah satu upaya yang dilakukan ceritanya saya mengikuti Sekolah Pranikah (SPN) yang diadakan oleh YPM Salman ITB-Bidang Dakwah. Dan sudah mengikuti pertemuan ke-I dengan topik materi Ta’aruf, pada hari minggu, tanggal 23 Januari 2017, jam 13.00 s/d selesai.

Kayaknya, kalau tanpa gambar/ ilustrasi serasa ada yang kurang ya, coba lampirkan gambar ah hha.. :

1429110307684

(Eh, anu.. kenapa yang muncul gambar ini ya hha.. anggap saja ini ilustrasinya seseorang yang sedang berusaha memantaskan/ memperbaiki diri menjadi pribadi yang insya Allah siap untuk menikah. Bukan mencari yang kira-kira kriteria perempuannya seperti diatas ini lho yah hha.. tapi terserah pembaca saja yang menyimpulkan lah yah hha..)

Ringkasan-ringkasan (yang benar-benar ringkas karena terkesima dengan para pematerinya hha..) pada Pertemuan I dengan topik Ta’aruf, yaitu:

  1. Materi Ta’aruf ke-I oleh Ust. Yedi Purwanto:
  • Kriteria pasangan: Bisa karena kecantikannya, kekayaan yang banyak, keturunannya dan/ atau agamanya (termasuk etikanya). Utamakan yang no. 4 atau agamanya.
  • Hakikat pernikahan: Pendidikan yang berkesinambungan dan merupakan sunnah nabi Muhammad Saw. untuk menyempurnakan agama. Hukum-hukum lainnya berkaitan dengan pernikahan, meliputi: Hukumnya wajib, dalam kondisi agar tidak terjerumus ke dalam perzinahan dan hukumnya haram apabila niatnya untuk menyakiti pasangannya.
  • Harus ta’aruf dulu (mengenal). Ta’aruf dilakukan harus dari berbagai sisi, meliputi: dilihat dari keturunannya yang banyak (mungkin berkaitan dengan faktor genetik tingkat kesuburan dari masing-masing pasangan, mungkin maksudnya dapat dilihat/ diamati dari jumlah saudara dari calon pasangan atau jumlah saudara dari ayah dan/ ibu dari calon pasangan), sakinah (menimbulkan ketenangan), mawaddah (menimbulkan rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang).
  • Urgensi pernikahan: pandangan akan terjaga (seakan tertutupi untuk melihat perempuan yang bukan istrinya), untuk menjaga farzi/ kemaluan agar tidak mendekati zina –> apabila belum mampu menikah, maka shaumlah (puasa).
  • Langkah-langkah mencari pasangan: yang beriman (berkeyakinan) kemudian dampingi dengan doa dan ikhtiar.
  • Darah yang keluar dari alat kelamin kaum hawa: haid, istihadah (diluar siklus haid) atau nifas.
  • Yang keluar dari alat kelamin kaum adam: sperma, madi (kecapekan secara fisik), wadi (kecapekan secara mental) dan air kencing.
  • Hikmah pernikahan: menciptakan ketenangan dan berprestasi dengan maksimal.
  • Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Agama, dapat sertifikat dengan lisensi dari KUA sehingga pas mau nikah tidak training lagi di KUA.
  • SPN ada 9 materi (include: tambahan materi baru, yaitu Komunikasi Keluarga).

2. Materi Ta’aruf ke-II oleh Ust. Evie Effendi:

  • QS. Al-Hujurat: 13
  • QS. Al-Anbiya: 105
  • Al-Baqarah: 213
  • Biasa sebagai narasumber kajian di Tv-One jam 04.00 a.m. Buku yang dihasilkan: Indonesia Tanpa Pacaran.
  • Litta’arofu .. ketemu di frekuensi yang sama, yang namanya keimanan.
  • Hal-hal yang harus disegerakan: shalat di awal waktu, mempercepat ibadah melakukan kebaikan (termasuk pernikahan)
  • Birrul walidaini ihsana…
  • Allah lagi, Allah dulu, lagi-lagi Allah –> poin terakhir ini maksud ustadz-nya yaitu istikharah.

Mungkin cukup sekian ringkasan materi berkaitan pertemuan ke-I SPN 29 dan pengenalan Sekolah Pranikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan sebenarnya saya tidak ada niatan untuk meneruskan menulis rangkuman pertemuan-pertemuan selanjutnya, hanya memberikan pengenalan saja bagi pembaca mengenai SPN ini hha.. mohon maaf sebelumnya dan terima kasih :). Wassalaamu’alaikum wr. wb.


Leave a comment

Merasa Mengalami Berbagai Banyak Masalah? Marilah Perbanyak Bersyukur :D #Reminder

20140817_062111-1

Picture 1. This kind of sunrise moment could make you more be grateful

Mungkin sudah menjadi fitrahnya bagi manusia, begitu dihadapkan dengan setumpuk masalah, akhirnya ia merindukan suatu keajaiban.  Sejenak mari kita amati dan cermati kejadian-kejadian berikut ini (dikutip dari salah satu buku karya Ippho Santosa):

– Mengalami sakit keras, kemudian tahu-tahu sembuh. Itulah keajaiban!

– Tabrakan maut, hanya kita yang selamat. Itulah keajaiban!

– Divonis mandul, akhirnya punya anak. Itulah keajaiban!

– Nyaris bercerai, akhirnya kembali rujuk. Itulah keajaiban!

– Anak badung, tiba-tiba menjadi sholeh. Itulah keajaiban!

– Utang miliaran, tiba-tiba lunas. Itulah keajaiban!

Benarkah hal-hal tersebut keajaiban? Ya, betul. Akan tetapi, yang sebenarnya kalau kita tidak pernah mengalami sakit keras, tabrakan maut dan nyaris bercerai itu saja sudah cukup disebut keajaiban. Benar apa benar?

Dengan kata lain, bukan nikmat yang kurang. Mungkin rasa bersyukur kita yang kurang. Oleh karena itu, mungkin kita harus rajin bersyukur dan menjauhi kufur, niscaya rezeki semakin deras mengucur. Bukankah selama ini nikmat-Nya teramat banyak, tak terukur?

Mungkin bisa dibilang saat ini, saya merasa bersyukur dan juga merasa sedih disaat yang bersamaan karena hasil akademik semester ini (semester II), sebenarnya alhamdulillah saya mendapat nilai A untuk 2 mata kuliah tetapi mendapat nilai T juga untuk 2 mata kuliah (T = Tunda, nilai mutunya belum bisa dikeluarkan kemungkinan besar harus diperbaiki dengan tugas tambahan/ ujian remidial). Saya coba menyikapinya dengan respon yang positif, yaitu dengan mencoba untuk bersyukur terlebih dahulu. Karena toh, sebenarnya ini merupakan hasil jerih saya sendiri yang bagaimanapun telah berhasil mendapatkan nilai A untuk 2 mata kuliah, meskipun didampingi dengan nilai T untuk 2 mata kuliah juga haha.. ^^”.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5-6)

“Dah mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Ayat-ayat di atas menjadi pengingat (reminder), khususnya bagi saya pribadi, bahwa apabila kita mengalami berbagai banyak masalah, salah satu solusinya dengan perbanyak bersyukur yang dibarengi dengan sabar yang proaktif, shalat dan do’a kepada Allah SWT.

Saya coba tutup topik ini dengan cerita lucu yang diceritakan oleh Ippho Santosa (masih berkaitan dengan penanaman sikap positif dan rasa syukur tapi dalam ruang lingkup rumah tangga hha..):

Seorang suami menyesal telah mengusir istrinya. Lalu ia menelepon istrinya, “Sayang, maafkan aku. Aku mau kamu kembali.”

Istrinya menjawab, “Hm, di dekatmu ada gelas?”

Suami, “Hah, gelas? Enggak ada, emang kenapa?”

Istri, “Kalau begitu, pergi ke dapur. Ambil sekarang.”

Suami, “Kayaknya kamu mulai aneh. Tapi enggak apa-apa, aku ambil.”

Istri, “Sudah? sekarang lemparkan gelas itu ke lantai.”

Suami, “Baiklah, sayang. Aku lempar gelasnya.”

Istri, “Sekarang, susun kembali gelas itu seperti semula. Mungkin? Enggak mungkin kan? Begitu juga hatiku. Sudah hancur.”

Suami, “Tapi sayang. Gelasnya enggak pecah, soalnya tadi gelas plastik.”

Istrinya terdiam sekian saat. Lalu dengan nada rendah ia berkata, “Ya sudah, habis Maghrib cepetan jemput aku ya.”


Leave a comment

“Sabtu Ceria Berbagi Bersama” Oleh HMPF Dan HIMAPASCA KAMIL

This slideshow requires JavaScript.

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi (HMPF) ITB dengan Himapasca Keluarga Mahasiswa Islam (KAMIL) ITB mengadakan kegiatan kerjasama Bakti Sosial, Edukasi Kesehatan Anak dan Lomba Keislaman dengan nama acara “Sabtu Ceria Berbagi Bersama” pada hari sabtu, tanggal 10 Desember 2016, mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Cicayur, Desa Cimenyan, Kab. Bandung. Dengan jumlah peserta siswa SD N 1 dan 2 Cicayur sebanyak ± 339 anak dan jumlah gabungan panitia dari HMPF dan KAMIL sebanyak ± 46 mahasiswa. Tujuan dari dilakukannya beragam kegiatan bersama ini, yaitu: a). Bakti Sosial, bertujuan memberikan bingkisan makanan jajanan sehat bagi masing-masing siswa SD dan sejumlah buku islami bagi perpustakaan SD N 1 dan 2 Cicayur; b). Edukasi Kesehatan Anak, sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap kebersihan diri dan lingkungan agar lebih aktif menjaga diri dan lingkungannya sehingga mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya masing-masing dan mewujudkan lingkungan sehat; dan c). Lomba-Lomba Keislaman, bertujuan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kembali minat/ motivasi, kreativitas diri dan prestasi anak-anak dalam mempelajari agama Islam.

Rangkaian acara “Sabtu Ceria Berbagi Bersama” yang dilaksanakan, meliputi:

  1. Pembukaan yang disampaikan oleh Moderator (MC)
  2. Doa Pembuka oleh Rahmat Hidayat, S.Si.
  3. Pemberian Kata-Kata Sambutan, oleh: a). Perwakilan Kepala Sekolah SD Negeri 1 dan 2 Cicayur, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.; b). Ketua Himapasca KAMIL, yaitu: Firdha Alam Cahaya, S.Si.; c). Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Farmasi (HMPF), yaitu: Purnawan Putra Pontana, S.Si., Apt.
  4.    Acara Sesi ke-I (dari HMPF), yaitu:

            Edukasi Kesehatan Anak untuk seluruh siswa gabungan SD N 1 dan 2 Cicayur dari kelas 1-6. Edukasinya terdiri dari: Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Edukasi Perlindungan Anak dari Bahaya Kejahatan Seksual. PHBS meliputi: membiasakan anak membuang sampah dengan benar, memilih jajanan sehat dan cara cuci tangan yang baik (air bersih yang mengalir dan sabun). Edukasi Kesehatan Anak ini diakhiri dengan pemberian bingkisan jajanan sehat dan beberapa hadiah bagi siswa yang interaktif.

  1. Acara Sesi ke-II (dari KAMIL), yaitu:

            Lomba-Lomba Keislaman, yang terdiri dari: Lomba Cerdas Cermat, Lomba Hapalan Al-Qur’an dan Lomba Ceramah. Dilanjutkan dengan pemberian Piagam Sertifikat dan hadiah bagi para pemenang Lomba Keislaman (bagi seluruh peserta tetap mendapat sertifikat keikutsertaan) dan diakhiri pemberian Piagam bagi para Juri.

  1. Acara Sesi ke-III, yaitu: pemberian Plakat kepada Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Cicayur atas apresiasinya dan pemberian izinnya terhadap pelaksanaan kegiatan kita.
  2. Istirahat, shalat dan makan (Ishoma) di Masjid dekat SD N 1 dan 2 Cicayur serta Evaluasi Kegiatan Bersama.
  3. Pengakraban seluruh panitia dari HMPF dan KAMIL selama ± 1 jam di tempat Wisata Alam Bukit Moko (Bukit Bintang, Dermaga Bintang dan Patahan Lembang).

          Terima kasih sebelumnya kepada Sekolah Farmasi (SF), rekan-rekan donatur dan para mahasiswa pascasarjana SF dari tiap-tiap Kelompok Keilmuan yang telah memberikan bantuan, baik berupa dana maupun materi/ barang. Semoga diberikan  balasan kebaikan yang lebih baik oleh Allah Swt. Dan juga tidak lupa, semoga jalinan silaturahmi dan kebersamaan dari seluruh rekan HMPF dan Himapasca KAMIL setelah kegiatan ini dapat terus terjaga serta hasil dari kegiatan bersama ini menghasilkan nilai manfaat baik bagi para panitianya sendiri maupun bagi seluruh siswa binaannya.


Leave a comment

Rencana Penelitian Riset (Proposal) di LPPM ITB

krik.. krik.. maaf kalau sepi, jarang update post di blog ini lagi hhe.. ^^a (mudah-mudahan ga kaku lagi kalau sudah lama enggak nulis/ ngetik nih :P)

Alhamdulillah, sebelumnya saya tertarik pada suatu ilmu atau kajian dan berencana ingin mendalami ilmu tersebut di penelitian riset nanti. Saya juga kagum pada pengajar-pengajarnya yang benar-benar menguasai ilmu tersebut dan memiliki karakteristik life-long learner, berpikiran kritis dan cara pengajarannya yang bagus dan menarik. Sayapun berencana untuk menjadikan salah satu pengajarnya yang menguasai bidang/ ilmu tersebut untuk menjadi pembimbing saya nanti ketika akan melakukan penelitian riset nanti. Eh, baiklah saya sebut saja nama dosennya… namanya Dr. Maria Immaculata Iwo (Bu Ima). (Yang sebenarnya saya diterima tetapi di semester depannya lagi (semester III nanti), karena semester ini kapasitas maksimal mahasiswa bimbingan dosen tersebut sudah penuh hhe.. ^^a).

Tak disangka, waktunya bertepatan dengan adanya pengumpulan proposal untuk research group (kelompok penelitian) dari tiap-tiap KK (Kelompok Keilmuan)/ Fakultas dari LPPM ITB, saya kurang tahu pasti. Dan saya coba direkomendasikan oleh ibunya untuk membuat proposal penelitian dari LPPM ITB periode ini supaya biaya penelitiannya ter-cover oleh pihak LPPM ITB dan memperkecil biaya dari sendiri (aduh, bu alhamdulillah hhe..). Siapa tahu kalau misalnya proposal riset penelitian ini lolos, saya bisa mengambil penelitian di semester ini (*aamiin yra. :D), yang lama penelitiannya kalau tidak salah 1 tahun penelitian ini bersama anggota tim lainnya dalam bentuk kerjasama penelitian.

Berkaitan dengan masih adanya waktu untuk pengumpulan proposal research group LPPM ITB ini, sayapun diberikan kesempatan untuk coba mencari data awal berkaitan bahan penelitian yang akan dilakukan nanti dan bekerja sama dengan bu Ima untuk membuat proposal untuk dikirim ke LPPM ITB tersebut. Research group ini terdiri atas saya, salah satu teman S2 dan salah satu teman S1 yang masing-masing tim ini berasal dari KK Farmakologi-Toksikologi Klinik. Jujur, kalau sudah mau melakukan penelitian, sebelumnya saya harus sudah menguasai bidang penelitian ini. Tapi kenyataannya, saya masih belum menguasai benar dan baru diniatkan untuk belajar terlebih dahulu agar bisa (minimal) mengerti dan memahami keseluruhan ilmunya agar hasil penelitian inipun nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan (insya Allah) dapat bermanfaat bagi orang banyak. Program LPPM ITB yang saya coba ajukan proposalnya ini adalah:

ITB Research Program:

2. Research Group (RG) Research Program

RG Research is the research conducted by faculty staffs in one RG or a combination of several RGs in the Faculty/School in accordance with the related RG road map. The program is intended to push the growth of research that have a certain quality in their respective RG. This research is also expected to be synergized with the final project students, graduate master’s programs and doctoral dissertation research in each RG in order to build ITB as a university-based research. However, the research topic should still be within the framework of achieving the related RG roadmap. The research that is conducted in cooperation of three interdisciplinary (between RGs in the Faculty/School and across the Faculty/School) is expected. RG Research Program is a program that is intended for Research Groups (RG) at ITB in order to support and develop research activities in RG. The proposal submitted by a team of lecturers with the approval of the Chairman of RG and Dean of the Faculty/School where the Principal Investigator is located. This research distinguished by two categories: RG Research Type A with the amount of 150 million Rupiahs and RG Research Type B with the amount of 50 million rupiahs.
(Link: http://www.lppm.itb.ac.id/en/?page_id=15)

Akhir kata, semoga proposal ini dapat lolos dan kelompok penelitian ini dapat diberikan kesempatan untuk melakukan penelitiannya.. Bismillahirrohmanirrohim..

tumblr_m876apaugp1rcpca6o1_1280

2015103115236

(Dik.. kok upload gambarnya lagi hiking? iku sopo? XD… Saya: lagi kangen “kerjasama” hiking saja sama teman-teman ini, udah itu saja hha..)