bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Bermulai dari Diri Sendiri, Sekarang, Terkecil dan Disini

This slideshow requires JavaScript.

Mungkin teman-teman bertanya, lho kok, apa yang dimaksud judul artikelnya yang “Bermulai dari Diri Sendiri, Sekarang, Terkecil dan Disini?”. Jawaban dari maksud judul artikel ini yaitu suatu bentuk perbuatan kebaikan. Nah, memangnya perbuatan kebaikan seperti apa? Saya mungkin menjelaskan bentuk kebaikan secara umum tetapi mengambil beberapa contoh bentuk kebaikan spesifik tertentu… Misal nih,

  1. Dengan membantu kesulitan orang lain hingga terbantukan atau bahkan terselesaikan solusinya;
  2. Memberikan hadiah (atau oleh-oleh) bagi keluarga, tetangga, teman atau kerabat kita;
  3. Menjaga amanah dan melakukan kontribusi sesuai tugas dan kewajiban kita apabila dipercayai sebagai salah satu pengurus atau pemimpin di suatu organisasi. Karena sebenarnya, sesuai pepatah kuno Belanda, “Leiden is Lijden (Memimpin adalah menderita)”. Oleh karena itu, sebenarnya saya mengagumi sikap Abdurrahman bin ‘Auf ra. ketika terpilih menjadi salah satu calon pemimpin dari 6 calon pemimpin yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab ra. untuk menggantikan beliau, dan kemudian jumlah calonnya mengerucut menjadi 3 calon pemimpin (dalam musyawarah, nama kandidat mengerucut menjadi tiga, yaitu: Utsman, Ali dan Abdurrahman bin ‘Auf. Itu terjadi setelah tiga anggota formatur memilih tiga lainnya. Zubair memilih Ali, Thalhah memilih Utsman, sedangkan Sa’ad memilih Abdurrahman bin ‘Auf). Yang kemudian, Abdurrahman bin ‘Auf melepaskan haknya untuk dipilih dan akhirnya diamanahi sebagai ketua Majelis untuk pemilihan antara 2 kandidat, yaitu antara Utsman ra. dan Ali ra.;
  4. Bahkan menunjukkan senyum atau wajah ceria terhadap saudara kita termasuk bernilai sedekah bagi kita. Sesuai salah satu hadist Rasulullah Saw., dari Abu Dzar r.a., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “tabassumuka fii wajhi akhiika laka shodaqoh (Senyummu di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu)” (HR. At-Tirmidzi (No. 1956), Ibnu Hibban (No. 474 dan 529) dll., dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh At-Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shahihah” (No. 572). Tapi, #reminder bagi diri sendiri dan teman-teman, terkait soal senyuman ini, para ulama memberi syarat bolehnya seorang muslim/ muslimah tersenyum pada lawan jenisnya, yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Berarti sering-seringnya pasang poker face/ wajah lempeng mungkin yah kalau sama lawan jenis dan sekedarnya saja, seperti emoticon ini -.- hhe.. kecuali dapat dipuas-puaskan senyum sama pasangan halal kita, eh, keluarga mahram kita maksudnya hhe (lagi)..
  5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan buku-buku bermanfaat lainnya [karena perintah Allah Swt. terhadap Rasul Saw. dan umatnya (termasuk kita) adalah dengan bacalah, nah kan, jadi tertampar lagi ini -.-“. Karena membaca 1 huruf dari Al-Qur’an mendapat 10 kebaikan #reminder].
  6. Dan beberapa bentuk kebaikan lainnya yang mungkin tidak pernah saya lakukan atau bahkan belum terpikirkan sama sekali untuk dilakukan ^^a..

Kebaikan yang dilakukan mulailah dari melakukan perubahan atau perbaikan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik dan dimulai dari sekarang seperti mengurangi atau bahkan mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik (menjadi lebih disiplin, meningkatkan rutinitas membaca, banyak berkata baik atau diam sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw. dan lain-lain). Oh iya, kenapa kita harus merutinkan membaca? #Reminder bagi diri sendiri juga, karena buku adalah obat. Sesuai kata-kata bijak, A library is a hospital for the mind. Reading improves the mind, like a hospital improves the body.

Kebaikan yang dilakukan dapat dimulai dari hal-hal terkecil dan “disini”, memulainya dapat dari lingkungan terdekat atau di lingkungan masyarakat kita. Bergaullah, bersosialisasilah, turun tanganlah untuk bantu-bantu. Sediakan waktu, meski sesaat untuk berbincang dengan mereka. Bahkan jika malu, cukup jadilah pendengar yang baik. Respon dengan senyummu sesekali. #Reminderbagidirisendirilagi

Mungkin, sebagai kalimat penutup mengenai #reminder untuk berbuat kebaikan yang “bemulai dari diri sendiri, sekarang, terkecil dan disini”, saya coba cantumkan salah satu nasihat Buya Hamka, yaitu: Man proposes, Allah disposes; it means you have to do the best you can, but you can’t control everything. Jadi, akhirnya segala perbuatan kita dikembalikan lagi kepada Allah Swt. akan bermuara dimana nantinya hhe.. wa’alaikumsalam wr. wb. guys :D.


Leave a comment

Inspirasi Ramadhan 12 Juni 2017 – Ust. Tengku Hanan Attaki (Pemuda yang Dirindukan Surga)

🌦🌦🌦🌦🌦🌦

IMG_20170612_133532

👨🏽‍🏫 : Ust. Tengku Hanan Attaki (Founder The Shift Pemuda Hijrah)
🕌 : Masjid Salman ITB
🕰 : 12.30 – 14.30

Ringkasan Materinya:

  • Pemuda yg dirindukan oleh surga mengambil contoh (suritauladan) dari sahabat-sahabat (radiallahu ‘anhu) pada zaman Nabi Saw.
  • Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan, selama penampilannya tersebut tidak keluar syariat. Cerita pengalaman ust. Hanan ketika shalat diimami oleh anak muda dengan penampilan berkaos di salah satu musholla/ masjid suatu Mall, yang membuat ustadz ber-suudzon (berburuk sangka) mengenai bacaan shalatnya. Dalam hati pak ustadz berkomentar, “Hmm, palingan surat yg dibaca hanya tri-qul (QS. Al-Ikhlas, Al-Falaq atau An-Naas)”. Akan tetapi, ayat-ayat (surat) yg dibaca ternyata ayat-ayat yang uncommon (tidak umum)/ yg jarang dibaca ketika shalat berjamaah.
  • Oleh karena itu, diutamakan khusnudzon (berbaik sangka), tidak boleh suudzon (berburuk sangka). Kalau melihat penampilan seperti cerita diatas saja kita harus ber-khusnudzon apalagi kalau ada org yg memakai gamis misalnya, maka harusnya kita lebih ber-khusnudzon (lebih berbaik sangka).
  • Misinya Ust. Hanan ingin menghilangkan gap antara dakwah Islam dan realitas anak muda saat ini. Ditemukan formulanya, salah satunya setelah dibentuk Pemuda Hijrah (The Shift).
  • Abdullah ibn. Abbas ra. merupakan contoh jomblo fii sabilillah karena banyak kelebihan-kelebihan yg dicapai semasa mudanya, termasuk menjadi seorang hafidz diusia 10 tahun. (Huft, serasa hanya butiran debu.. -.-“)
  • Membantu menyelesaikan hajat seorang muslim sampai selesai itu lebih baik daripada itikaf di masjid Nabawi selama sebulan penuh. (Masjid Nabawi merupakan masjid terbaik ke-3 setelah masjid Ka’bah dan Al-Aqsa)

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176). (Sumber: https://rumaysho.com/7369-membuat-orang-lain-bahagia.html)

  • Dalam dakwah, beritahukanlah berita/ kabar gembira terlebih dahulu sebelum peringatan-peringatan yang diberitahukan/ disampaikan. Karena Islam itu sebenarnya mempermudah.
  • QS. Nuh di Al-Qur’an hanya hampir 1 lembar, tetapi rentang lama dakwah yang dilakukan Nabi Nuh As. selama 950 tahun. Setelah sekian lama berdakwah, baru berdoa untuk keselamatan umatnya karena janji Allah yang akan menurunkan bencana banjir dizamannya. (Dan banyak kaumnya yang mengingkari kebenaran berita/ dakwah dari Nabi Nuh As.)
  • Islam itu memudahkan dalam syariatnya, salah satunya syariat yang mudah yaitu nikah (termasuk salah satu ibadah). Contoh lain kemudahan syariat dalam Islam, yaitu: sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah (HR. Abu Daud).
  • Nabi Saw. dan istrinya Aisyah ra. pernah menonton “Habbasyah Fest” (semacam Festival pada zamannya ketika itu), tetapi tujuan utama Aisyah ra. bukan ingin menonton acara disana tetapi lebih ingin memperlihatkan ke masyarakat muslim mengenai kedekatan hubungan (kemesraan) Nabi Saw. dan Aisyah ra.
  • Seharusnya dunia dan surga itu sepaket, mencari surga dengan beramal di dunia. Taat ketika lagi di masjid, taat ketika bekerja, taat ketika di kampus, taat ketika bermain dan taat dikondisi-kondisi lainnya. Mari melihat Islam lebih menyeluruh dan komprehensif.
  • Closing statement: segera nikah (duh, ustadz -.-“), kalau ditolak bikin yang nolaknya putus asa, jadilah pantang menyerah.
  • Apabila kita duluan masuk ke surga duluan, tolong mention @ustadzhananattaki untuk diajak ke surga (permintaan ustadz sendiri untuk meminta syafaat kepada kita, apabila ada salah satu diantara kita yang masuk surga duluan).

 

🌦🌦🌦🌦🌦🌦


Leave a comment

Kajian Terawih Mengenai Keterkaitan Doa, Bulan Ramadhan dan Ketakwaan (Tgl. 27 Mei 2017/ 02 Ramadhan 1438 H)

*Kebetulan terawih di masjid Salman ITB & kebetulan juga pengen ngerangkum (yang biasanya ngantuk/ tertidur 😰)

This slideshow requires JavaScript.

Kajian Terawih tgl. 27 Mei 2017/ 02 Ramadhan 1438 H:

🌙🍃🍃🍃🍃🌒

Pemateri  : Prof. H. Hermawan K. D., Ph.D. (Dosen ITB/ Pembina YPM Salman ITB)
Lokasi       : Masjid Salman ITB

  1. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 186). Ayat ini terletak ditengah ayat-ayat yang menjelaskan bulan Ramadhan, pada ayat sebelumnya dan setelahnya.
  2. Doa kita mungkin tidak langsung dikabulkan tapi disimpan/ diganti dengan yang lebih baik oleh Allah.
  3. Bulan Ramadhan membuat intensitas hubungan kita dengan Allah Swt. meningkat (perubahannya revolusioner).
  4. Yakinkah anak kita dapat menegakkan akidahnya? Yakinkah bagi anak-anak kita untuk belajar agama Islam? Yakinkah anak kita akan selamat? Maka penting bagi kita untuk mendoakan juga masa depan generasi penerus kita.
  5. Para sahabat Rasul Saw. akan merasa rugi apabila hubungannya dengan Allah Swt. setelah bulan Ramadhan tidak ada perubahan/ tidak ada peningkatan.
  6. Terdapat berbagai tingkatan bagi individu yang menjalankan puasa dan tingkatan paling tinggi yaitu “khowatul khowas” merupakan kemampuan menjaga kalbu kita, termasuk menjaga pandangan dan pikiran kita.
  7. Kenapa kita mengejar kualitas takwa? Secara komprehensif di dalam surat Al-Baqarah dijelaskan kaitan antara takwa dengan kebajikan. Penjelasan takwa juga terelaborasi (berserakan) secara bertahap di dalam Al-Qur’an. Terdapat juga di juz 28 dan 29.. serta kemudian di juz 30 dikatakan bahwa orang yang bertakwa sebagai seorang pemenang.
  8. Pada akhirnya, bulan Ramadhan ini melatih kita untuk menghadapi kompleksitas dalam berbagai problem kehidupan ini.
  9. Semoga Allah memberikan hidayah dan rahmatnya bagi kita dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.

Oh iya, karena melampirkan foto Masjid Salman ITB, saya jadi ingin sedikit mengulas mengenai masjid Salman ITB ini :):

Salah satu tempat saya kembali apabila melakukan dosa/ kesalahan agar mendapatkan ampunan, hidayah, kasih sayang dan ridha-Nya… (D. Bakhtiar P.)”

  • Masjid Salman ITB itu bagi saya merupakan masjid yang unik dengan kubah terbalik dan lantai yang sebagian besar terbuat dari kayu jati (yang memberi kesan keteduhan), dikelilingi oleh pohon-pohon yang cukup besar dan diramaikan oleh suara burung-burung yang cukup banyak [seperti: jenis burung Kutilang atau Cangkurileung (sebutan orang Sunda) dengan nama latinnya Pycnonotus aurigaster dan jenis-jenis burung lainnya].
  • Masjid Salman ITB ini juga bisa dikatakan merupakan salah satu pusat kegiatan bagi mahasiswa dan umum di lingkungan ITB, karena selain sebagai tempat shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an dan berdiskusi di selasar-selasarnya, tetapi juga di masjid Salman ITB ini terdapat berbagai program kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan umum yang dikoordinir oleh para pengurus YPM Salman ITB.
  • Program-program kegiatan yang diadakan oleh para pengurus YPM Salman ITB ini, meliputi: acara kajian tausiyah berkala, program-program dan pengajaran berkaitan Al-Qur’an dan Bahasa Arab, tempat donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kota Bandung (alhamdulillah, saya pertama kalinya donor darah di masjid Salman ini hhe.. terima kasih sama salah satu teman saya, sebut saja rafi (hha..) yang sudah mengajak saya untuk mencoba donor darah :D) dan bahkan Sekolah Pranikah (SPN) bagi mahasiswa dan umum serta program-program lainnya (apalagi ditambah dengan momen bulan Ramadhan ini terdapat berbagai kajian, termasuk kajian Terawih di masjid Salman ITB) :).


Leave a comment

Berbagai Keuntungan dan Tips Merutinkan Olahraga Lari (Running) Bagi Kesehatan Tubuh (Diselipkan Salah Satu Momen Lari Berkesan :D)

This slideshow requires JavaScript.

I can’t say enough about the connection between body and mind; when you stimulate your body, your brain comes alive in ways you can’t simulate in a sedentary position. The brain is an organ, tied integrally to all the other systems in the body, and it’s affected by blood flow, neural transmission, all the processes you undergo when you put your body through its paces.” (Twyla Tharp, 2005)

Olahraga (exercise) merupakan usaha fisik yang dilakukan terutama bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Salah satu olahraga yang hemat dalam pengeluaran dan simpel (tidak memerlukan banyak persiapan alat atau suatu instrumen olahraga lainnya), tapi memiliki banyak sekali manfaat, khususnya dilihat dari sisi kesehatan, contohnya: olahraga lari (running/ jogging).

Olahraga lari merupakan bentuk olahraga aerobic. Aerobic berarti ‘dengan oksigen’ – istilah olahraga aerobic berarti suatu aktivitas fisik yang memproduksi energi dengan mengkombinasi oksigen dengan glukosa darah atau lemak tubuh. Olahraga lari memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tubuh atau fisik menjadi bugar (hasil penelitian menunjukkan olahraga lari meningkatkan kolesterol baik atau HDL dan meningkatkan fungsi paru-paru);
  • menurunkan berat badan;
  • mencegah penyakit (menurunkan resiko kanker dan stroke, banyak tenaga kesehatan merekomendasikan olahraga lari untuk orang-orang yang menderita Diabetes tahap awal, tekanan darah tinggi dan osteoporosis dan juga terbukti membantu menurunkan resiko sakit jantung dengan mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri dan memperkuat jantung);
  • Meningkatkan sistem imunitas tubuh ditunjang dengan paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada pagi hari [saya ambil salah satu contohnya dari hasil penelitian yang tidak disengaja yang dilakukan Prof. Andreanus Soemardji A. (salah satu dosen Farmakologi-Toksikologi Klinik ITB) ketika mengadaptasikan (aklimatisasi) hewan uji yang diperolehnya dari laboratorium di luar ITB yang mengalami kematian yang belum diketahui penyebabnya. Setelah melakukan pengamatan pada gejala di kulit dan sikap lainnya pada hewan uji tersebut serta berbekal sumber referensi yang pak Andre miliki. Akhirnya, diketahui penyebabnya, yaitu salah satu jenis virus Herpes. Prof. Andre kemudian mencoba memaparkan seluruh hewan uji yang masih hidup tersebut dengan cahaya “ultraviolet” pada panjang gelombang tertentu yang menghasilkan kematian tikus berkurang bahkan tidak ada. Kemungkinan aktivitas virulensi dari virus tersebut berkurang dengan paparan cahaya ultraviolet pada panjang gelombang tersebut. Dimana, diketahui juga pada referensi ilmiah bahwa paparan ultraviolet (ultraviolet rays) dari matahari dapat mengaktifkan sel inflamasi (untuk memfagositosis zat asing) di kulit, termasuk virus jenis tertentu].
  • Memperkuat lutut (dan otot serta meningkatkan massa tulang lainnya juga);
  • Menurunkan resiko penyakit demensia;
  • Meningkatkan kepercayaan diri (salah satunya dikarenakan peningkatan kadar hormon dopamine yang menyebabkan rasa senang);

No one in our society needs to be told that exercise is good for us. Whether you are overweight or have a chronic illness or are a slim couch potato, you’ve probably heard or read this dictum countless times throughout your life. But has anyone told you— indeed, guaranteed you—that regular physical activity will make you happier? I swear by it.” (Sonja Lyubomirsky told in The How of Happiness)

  • Menurunkan stres;
  • Menghilangkan depresi;
  • dan manfaat lainnya bagi tubuh, pikiran dan mental kita. (lebih berenergi, lebih fokus dan lain-lain).

Beberapa tips umum bagi teman-teman yang ingin melakukan olahraga lari, yaitu:

  1. Gunakan sepatu yang sesuai, pakaian lari yang sopan (dianjurkan menjaga aurat untuk muslim hhe) dan jam tangan/ handphone untuk menentukan rentang waktu aktivitas lari akan yang dilakukan.
  2. Rencanakan rute larimu. Jika memungkinkan, pilihlah lintasan yang datar atau area berumput daripada permukaan yang keras untuk menurunkan resiko cedera.
  3. Hindari lari dipinggir jalan raya. Hal ini terutama penting jika kamu sebelumnya memiliki kondisi seperti asma, juga asap kendaraan bermotor dapat meningkatkan berbagai resiko keluhan/ penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Hindari juga periode “peak hour” (jam sibuk), jika memungkinkan aturlah jadwalnya pada awal pagi hari atau sore hari.
  4. Pastikan melakukan pemanasan (stretching) terlebih dahulu sebelum mulai lari. Mulailah dengan jalan cepat, tentukan target yang akan dilakukan bisa berupa target rentang waktu (umumnya 10-30 menit per sesi olahraga lari) atau target finish lintasan (misal, 3 keliling lintasan lari atau dalam hitungan kilometer);
  5. Kemudian, setelah melakukan lari, frekuensi gerak langkah kaki diturunkan menjadi lebih rileks/ santai (jalan kaki biasa) sebagai pengganti pendinginan selama beberapa waktu (misal: 5-10 menit), sebelum duduk atau istirahat supaya menghindari terbentuknya varises pada sekitar bagian kaki.
  6. Pastikan tubuh kita tidak kekurangan cairan tubuh, dengan meminum banyak air putih setelah aktivitas olahraga lari.
  7. Biasakan melakukan olahraga lari ini sebagai olahraga rutin minimal 1 kali dalam seminggu (kebetulan, penulis biasa melakukannya 1 kali dalam seminggu hhe :P) atau paling tidak ada waktu untuk mengistirahatkan fisik selama 2 hari dari aktivitas berat untuk menghindari kelebihan latihan yang dapat menyebabkan cedera.

Oh iya, saya juga mau coba share salah satu momen berkesan dari aktivitas lari yang dilakukan, yaitu: ketika melakukan olahraga lari mengelilingi pulau Gili Trawangan, salah satu pulau kecil di Lombok, NTB. Momen lari ini dilakukan 2-3 keliling putaran mengelilingi pulau Gili Trawangan pada pagi hari (sekitar pukul 06.30). Dimana, pada saat itu, bertepatan dengan hari raya Idul Adha sehingga ketika melakukan olahraga lari ditemani dengan lantunan “gema takbir/ takbiran” (dari masjid-masjid yang ada disana, kalau tidak salah berjumlah hanya 3 masjid tetapi karena menggunakan sound speaker sehingga lantunan “gema takbir” cukup nyaring terdengar ke hampir seluruh pulau Gili Trawangan tersebut), yang lokasi pulau Gili-nya sendiri menjadi tempat elit wisata dengan pantainya dan pemandangan gunung Agung yang terletak di Pulau Bali, serta banyak turis-turis asing yang berdatangan. Dan, bisa dibilang rasa bahagia yang dialami pada saat itu luar biasa ^^. (Mungkin teman-teman ada yang penasaran kenapa bisa lari sepagi itu di pulau Gili Trawangan, karena saya malam sebelumnya menginap di salah satu masjid besar disana sambil melakukan gema takbir juga hhe.. alhamdulillah, bisa merasakan momen tersebut :D)

Sumber Pustaka:

  1. Tywla Tharp, Simon and Schuster. 2005. The Creative Habit, Learn It And Use It For Life. Brian Johnson’s PhilosophersNotes.
  2. Running and Jogging – Health Benefits. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.
  3. Jacqule Cattanach. Six Benefits of Running. http://www.active.com/running/articles/6-benefits-of-running. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017.


5 Comments

Pertemuan ke-VI SPN 29 (Topik: Komunikasi Keluarga)

Pemateri: Ust. Sunardi Badruzzaman, pada tgl. 26 Februari 2017.

 

IMG_20170323_100604

Foto: Sertifikat peserta SPN 29 beserta CD Materi dan Pin peserta SPN

Alhamdulillah, sebelumnya mau mengucapkan syukur terlebih dahulu karena telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan Sekolah Pra Nikah (sebagai peserta angkatan ke-29 ini), yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi diri saya (aamiin, insyaallah) dalam menjalani kehidupan rumah tangga nanti ya ^^a. Dan, seiring dengan berakhirnya SPN 29 ini, alhamdulillah juga, akhirnya waktu saya lebih luang untuk memikirkan dan menyelesaikan riset/ penelitian (thesis). Semoga bisa bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil yang maksimal/ optimal, berkah dan manfaat serta dapat dipublikasi di jurnal internasional ataupun jurnal nasional, aamiin yra., bismillah, la haula wala kuwwata illa billaahil aliyyil ‘adzim :D.

Baiklah, ini ringkasan materi Komunikasi Keluarga, semoga bermanfaat:

  • Keluarga: “Jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama; yang terikat oleh perkawinan, darah atau komitmen, legal atau tidak; yang menganggap diri mereka sebagai keluarga; dan yang berbagi pengharapan-pengharapan masa depan mengenai hubungan yang berkaitan.” (Galvin dan Brommel, 1991, Hlm. 3)
  • Yang memberikan syafa’at: Rasulullah Saw., Al-Qur’an dan Shaum serta keluarga kita.
  • Komunikasi keluarga adalah suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh (gesture), intonasi suara, tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling membagi pengertian. (Rae Sedwig – 1985, Dikutip dari Achdiat, 1997: 30)
  • Al-Mumtahanah: 4; QS. Al-Ahzab: 21 (“Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan bagi kalian.”)
  • Nabi Adam As., diturunkan di India (Nepal), sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah.
  • Kebanyakan keturunan Nabi dari Nabi Ibrahim As. (18 Rasul yang sudah diketahui)
  • Komunikasi kepada anaknya paling penting dilakukan oleh ayahnya (contoh: Nabi Ibrahim As. berkomunikasi dengan anaknya Nabi Ismail As.; dan Nabi Muhammad Saw. dengan anaknya, seperti: Siti Fatimah ra.)
  • Istri Nabi Ibrahim: Siti Sarah dan Siti Hajar.
  • Di Bandung, 4000 kasus perceraian dalam 1 tahun.
  • Istri biasanya ingin dikomunikasikan, contoh dalam penghasilan.
  • Contoh komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail (anaknya): menanyakan kesediaan anaknya untuk disembelih karena mimpi yang diberikan oleh Allah; komunikasi dalam bekerjasama membangun pondasi Ka’bah.
  • Luqman: 13 (Komunikasi antara Nabi Luqman dengan anaknya) –> Pertama kali tanamkan pendidikan Aqidah pada anak (Anak Ust. Sunardi kelas 4 SD terbiasa membaca Al-Qur’an)
  • Perbedaan gantengnya Rasulullah Saw. dan Nabi Yusuf As. (Nah, lho kenapa jadi ke bahasan sini yah pak ustadz ^^” hhe…):

Apabila datang Nabi Saw., gantengnya menular ke sekitarnya (sahabat-sahabatnya). Sedangkan gantengnya Nabi Yusuf As., apabila Nabi Yusuf As. datang, maka laki-laki lain di sekitarnya seakan-akan menjadi “kurang ganteng”. Wallahu’alam bisshawwab :D.

  • Orang-orang yang berhasil mendidik anak, mereka yang dekat kepada anak.
  • Komunikasi Dalam Keluarga:
  1. Komunikasi pra pernikahan (komunikasi apa yang nampak)
  2. Komunikasi pasca pernikahan:
  3. Komunikasi dengan istri (contoh: komunikasi Nabi Muhammad Saw. dengan istrinya, seperti: Siti Aisyah –> berkomunikasi dalam sehari-hari)
  4. Komunikasi dengan anak
  5. Komunikasi dengan orang tua (selain orang tua sendiri, juga berkomunikasi dengan mertua –> pintar-pintarlah berkomunikasi)
  • Hal-hal yang menentukan gaya dan cara berkomunikasi:
    1. Suasana psikologis
    2. Lingkungan fisik
    3. Kepemimpinan
    4. Bahasa
    5. Perbedaan Usia
  • Tips berkomunikasi: puji pasangan kita, izin dulu kepada istri apabila ingin memberikan uang kepada keluarga, diskusi pekerjaan kepada istri.

 


Leave a comment

Sidang LPJ HMPF Periode 2016-2017

photogrid_1486596464609

Foto 1. (Atas) Pengurus HMPF ITB Periode 2016/ 2017, Badan Pengawas HMPF ITB Periode 2016/ 2017, Tim Formatur dan Anggota-Anggota HMPF ITB; dan (Bawah) Pengurus Divisi/ Bidang Eksternal HMPF ITB.

Bismillah, ketika pertama kali terdengar akan dibentuk Himpunan bagi mahasiswa pascasarjana  pada saat dirapatkan dengan Kaprodi Pasca SF dan perwakilan mahasiswa setiap angkatan pascasarjana, respon awalnya pasti kaget, kenapa harus dibentuk Himpunan segala seperti S1? Apakah tidak mengganggu konsentrasi akademik bagi para pengurusnya nanti setelah bergabung? Apalagi, banyak yang sudah bekerja, berkeluarga dan/ ataupun berbagai aktivitas lainnya pada masing-masing mahasiswa.

Tapi, sebenarnya dari SF sendiri ada beberapa tujuan yang baik sekali bagi para mahasiswa pasca, yang kami baru menyadarinya seiring berjalannya waktu, yaitu: berkeinginan menyelenggarakan Simposium/ Seminar sebagai wadah/ tempat publikasi paper ilmiah bagi mahasiswa pasca SF sendiri yang diinisiasi oleh kerjasama HMPF dan SF serta (kalau tidak salah) untuk meningkatkan akreditasi Prodi Pascasarjana SF. Dimana, pada periode kepengurusan kita belum dapat terlaksana untuk program kerja Simposium/ Seminar yang dimaksud, dikarenakan beberapa hal, termasuk:  kesiapan dari para pengurus (apalagi saya yang belum pernah publikasi paper ilmiah, kalau rekan-rekan pengurus lain sih banyak yang sudah hha..) dan juga momennya dirasakan belum tepat. Jadi baru diselenggarakan program-program kerja yang kira-kira dapat dilaksanakan para pengurus dan tidak terlalu memberatkan, tetapi tetap bermanfaat (insya Allah) bagi mahasiswa pasca SF.

Sebagai salah satu pengurus HMPF, yang diamanati sebagai Kadiv./ Kabid. Eksternal HMPF Periode 2016-2017 kepengurusan kemarin, ingin mengucapkan terima kasih bagi para Staff Eksternal, yang sebetulnya kedua orang ini merupakan pribadi-pribadi yang luar biasa dibanding Kadiv-nya sendiri hha.. Ada: Iwa I. H. (dari KK Keolahragaan) dan Tegar A. Y. (dari KK Farmakokimia). Dimana, Iwa ini yang dulu ketika S1 pernah menjabat sebagai Kahim di UPI dan sempat mengikuti salah satu program ke Jepang selama 2 minggu (*cmiiw) dan Tegar, seorang “Polyglot”/ berminat belajar beberapa bahasa (asing) dan pernah muncul di salah satu acara televisi (hha..) dan menyukai bidang In Silico/ Konfigurasi Struktur Molekul Kimia dalam pengobatan (*cmiiw). Sedangkan saya, malah merupakan pribadi yang banyak belajar berbagai hal dari kalian dan seluruh pengurus HMPF 2016-2017 lainnya, termasuk Purnawan P. dan Putriana R. yang berkenan meng-SK-kan Himpunan ini ke LK (Lembaga Kemahasiswaan), Badan Pengawas (Bawas) HMPF dalam memberi masukan, melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan terhadap para pengurus serta seluruh anggota HMPF atas masukan-masukan dan antusiasnya terhadap Himpunan kita ini. Tidak lupa juga, berbagai pihak yang berkenan melakukan program kegiatan kerjasama, seperti: Himapasca KAMIL (Keluarga Mahasiswa Islam) untuk mengadakan kegiatan bersama Edukasi Kesehatan Anak, Lomba-Lomba Keislaman dan Bakti Sosial di Kab. Bandung. Terima kasih, mas Bima (Kabid. Eksternal KAMIL) dan seluruh pengurus KAMIL atas kerjasama dan silaturahminya :).

Intinya, saya pribadi belajar banyak hal, seperti pentingnya mengendalikan stressor, belajar me-manajerial pembagian prioritas (yang akhirnya tetap keteteran dalam beberapa hal hha..), berdiskusi dalam hal akademik atau hal lainnya dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran (karena insya Allah pada dasarnya memang pada sholeh-sholeh) :D. Wassalamu’aikum guys, mari setelah sertijab nanti kita kembali ke akademik saja, alhamdulillah, hhe..


1 Comment

Pertemuan ke-I Sekolah Pra-Nikah (SPN) Angkatan 29

Assalamu’alaikum wr. wb..

Seiring dengan bertambahnya usia, dari peralihan fase remaja awal menuju fase remaja akhir ini (^^”), yang berupaya untuk menjadi pribadi yang berkembang dari pribadi yang biasanya selalu mencari inspirasi dari orang lain dan berkeinginan ingin menjadi sedikit  menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain [khoirunnaasi ‘anfa uhum linnaas.. (HR. Bukhari-Muslim)] dan mungkin sudah tersadar, sudah harus ada perencanaan untuk “menyempurnakan setengah agama”, yaitu dengan menikah. Yang setengah sisanya dengan bertaqwa kepada Allah Swt. Kesimpulannya, sudah saatnya seorang great pirate yang masih berupaya hijrah ini mengarungi kehidupannya dengan pasangannya (to whom has function as a vice-captain, a navigator or etc..) #halah..hha.

Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. (HR. Jamaah)

Nah, salah satu upaya yang dilakukan ceritanya saya mengikuti Sekolah Pranikah (SPN) yang diadakan oleh YPM Salman ITB-Bidang Dakwah. Dan sudah mengikuti pertemuan ke-I dengan topik materi Ta’aruf, pada hari minggu, tanggal 23 Januari 2017, jam 13.00 s/d selesai.

Kayaknya, kalau tanpa gambar/ ilustrasi serasa ada yang kurang ya, coba lampirkan gambar ah hha.. :

1429110307684

(Eh, anu.. kenapa yang muncul gambar ini ya hha.. anggap saja ini ilustrasinya seseorang yang sedang berusaha memantaskan/ memperbaiki diri menjadi pribadi yang insya Allah siap untuk menikah. Bukan mencari yang kira-kira kriteria perempuannya seperti diatas ini lho yah hha.. tapi terserah pembaca saja yang menyimpulkan lah yah hha..)

Ringkasan-ringkasan (yang benar-benar ringkas karena terkesima dengan para pematerinya hha..) pada Pertemuan I dengan topik Ta’aruf, yaitu:

  1. Materi Ta’aruf ke-I oleh Ust. Yedi Purwanto:
  • Kriteria pasangan: Bisa karena kecantikannya, kekayaan yang banyak, keturunannya dan/ atau agamanya (termasuk etikanya). Utamakan yang no. 4 atau agamanya.
  • Hakikat pernikahan: Pendidikan yang berkesinambungan dan merupakan sunnah nabi Muhammad Saw. untuk menyempurnakan agama. Hukum-hukum lainnya berkaitan dengan pernikahan, meliputi: Hukumnya wajib, dalam kondisi agar tidak terjerumus ke dalam perzinahan dan hukumnya haram apabila niatnya untuk menyakiti pasangannya.
  • Harus ta’aruf dulu (mengenal). Ta’aruf dilakukan harus dari berbagai sisi, meliputi: dilihat dari keturunannya yang banyak (mungkin berkaitan dengan faktor genetik tingkat kesuburan dari masing-masing pasangan, mungkin maksudnya dapat dilihat/ diamati dari jumlah saudara dari calon pasangan atau jumlah saudara dari ayah dan/ ibu dari calon pasangan), sakinah (menimbulkan ketenangan), mawaddah (menimbulkan rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang).
  • Urgensi pernikahan: pandangan akan terjaga (seakan tertutupi untuk melihat perempuan yang bukan istrinya), untuk menjaga farzi/ kemaluan agar tidak mendekati zina –> apabila belum mampu menikah, maka shaumlah (puasa).
  • Langkah-langkah mencari pasangan: yang beriman (berkeyakinan) kemudian dampingi dengan doa dan ikhtiar.
  • Darah yang keluar dari alat kelamin kaum hawa: haid, istihadah (diluar siklus haid) atau nifas.
  • Yang keluar dari alat kelamin kaum adam: sperma, madi (kecapekan secara fisik), wadi (kecapekan secara mental) dan air kencing.
  • Hikmah pernikahan: menciptakan ketenangan dan berprestasi dengan maksimal.
  • Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Agama, dapat sertifikat dengan lisensi dari KUA sehingga pas mau nikah tidak training lagi di KUA.
  • SPN ada 9 materi (include: tambahan materi baru, yaitu Komunikasi Keluarga).

2. Materi Ta’aruf ke-II oleh Ust. Evie Effendi:

  • QS. Al-Hujurat: 13
  • QS. Al-Anbiya: 105
  • Al-Baqarah: 213
  • Biasa sebagai narasumber kajian di Tv-One jam 04.00 a.m. Buku yang dihasilkan: Indonesia Tanpa Pacaran.
  • Litta’arofu .. ketemu di frekuensi yang sama, yang namanya keimanan.
  • Hal-hal yang harus disegerakan: shalat di awal waktu, mempercepat ibadah melakukan kebaikan (termasuk pernikahan)
  • Birrul walidaini ihsana…
  • Allah lagi, Allah dulu, lagi-lagi Allah –> poin terakhir ini maksud ustadz-nya yaitu istikharah.

Mungkin cukup sekian ringkasan materi berkaitan pertemuan ke-I SPN 29 dan pengenalan Sekolah Pranikah, mudah-mudahan bermanfaat. Dan sebenarnya saya tidak ada niatan untuk meneruskan menulis rangkuman pertemuan-pertemuan selanjutnya, hanya memberikan pengenalan saja bagi pembaca mengenai SPN ini hha.. mohon maaf sebelumnya dan terima kasih :). Wassalaamu’alaikum wr. wb.