bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Powerful Qiyam, “Pengen Bisa Nangis Saat Sholat…”

Kajian I’tikaf tgl. 09 Juli 2015/ 23 Ramadhan 1436 H:

(oleh: Ust. Hanan Attaqi, Lc.)

20150709_231423Sungguh indah rasanya apabila kita bisa menangis ketika shalat. But, how is it come..? Ini kayaknya berkaitan dengan shalat khusyuk deh.. Kalau begitu, pengeen.. 😀 (Mungkin inilah awalnya dalam pikiran saya ketika membaca judul kajian I’tikaf pada sore hari itu yang menstimulasi dan mendorong saya untuk mencoba ikut I’tikaf di masjid Al – Irsyad, malam itu –note: ternyata judul kajian lengkapnya ada tambahan Powerful Qiyam yah.. so, in this case, it will happen especially when in Qiyamul lail’s pray. “If u could cry in the other’s pray except Qiyamul lail, you are so great.. :D”, said Ust. Hanan Attaqi, Lc.–. Terlebih, suasana masjidnya yang seolah mencerminkan/ berusaha memperlihatkan tampilan ke-elegan-an, kecantikan, kekuatan dan keasrian (yang seolah terkumpul menjadi satu) yang disuguhkan bagi masyarakat yang akan/ sedang beribadah.

Kulyaa ibaadi yaa ashrafu (Orang-orang yang berlebihan dalam dosa).. Dimulai dengan kutipan ayat inilah, ust. Hanan mengawali kajian. Dan, kenapa mengambil kata “kulyaa ibaadi..” (diambil dari kata abid atau orang-orang yang beribadah…), bukan dari kata “naas.. (manusia)” atau bahkan “kaafirun.. (kafir)”? Seolah secara implisit, Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun masih akan memberi ampun bagi orang-orang yang berlebihan dalam dosanya.. Allahu akbar.. (Tissue, mana tissue hhe..)

Dalam QS. Ibrahim, ada ayat yang menjelaskan bahwa Allah memanggil kita untuk bertaubat kepadanya. “Allaahu yuriidu ‘alaikum… ‘ala anfusihim (maaf, kalau salah.. :D).” Jadi, sebenarnya Allah Swt. di dalam Al-Qur’an secara terang-terangan memanggil kita, yang Care kepada kita duluan.. Padahal kita orang yang berdosa, kotor dan hina. Engkaulah sebaik-baik yang Memanggil.. Dan, orang yang bertaubat? Seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa.. (Wallahu ‘alam bisshawab.. :D). Indikasi bukti/ tanda taubat kita diterima adalah ketika kita bersungguh-sungguh dengan hati berniat meminta taubat/ meminta ampun karena takut kepada Allah Swt.

Dan, tahukah kalian sebesar apakah kasih sayang Allah Swt.? Dalam salah satu hadits (maaf, tidak mencantumkan hadits aslinya, mohon maklum hhe), terdapat hadits yang isinya menjelaskan bahwa kasih sayang Allah Swt. kepada hambanya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya. Mungkin umpamanya kita bisa mengambil contoh dari peristiwa sekarang-sekarang ini kali ya.. seperti, beredarnya video unggahan di jejaring sosial (FB) dimana induk kelinci yang “menghajar” seekor ular karena telah memakan anaknya? Kasih sayang Allah Swt. terhadap hamba-Nya, melebihi kasih sayang induk kelinci tersebut terhadap anaknya.

Cara Powerful Qiyam (nangis ketika shalat):

  1. Ketika shalat, ingat segala dosa-dosa kita yang telah lampau. (Tetes yang dicintai Allah: a. Tetes darah “fii sabilillah”, b. Tetes tangis yang takut kepada Allah.)

[Story: Dipaparkan suatu cerita, terdapat seorang pemuda yang sudah melakukan banyak dosa besar (judi, minum-minuman keras, durhaka kepada orang tua, membunuh, tetapi diceritakan masih tidak menyekutukan Allah Swt.), ketika akan meninggal mewasiatkan kepada keluarganya untuk membakar jasadnya dan menerbangkan abunya saking takutnya terhadap Allah Swt, termasuk Azab Kubur. Tetapi, pemuda tersebut ternyata masuk surga dengan 1 perasaan yaitu takut kepada Allah Swt. Wallahu’alam bisshawab.. mari kita ambil “ibrah”/ pelajarannya saja dari cerita ini.]

  1. Berusahalah untuk melibatkan hati kita ketika mendengar tilawah Al-Qur’an Imam.

[Story: Masuk surganya pemuda mu’alaf Rusia karena membaca dengan hati mushaf Al-Qur’an (Al-Qur’an tersebut merupakan Al-Qur’an yang baru hasil pemberian di salah satu masjid Kairo, Mesir. Dimana, pemuda tersebut hanya membuka mushaf, melihat dan menutupnya kemudian tersenyum serta mendekap mushaf tersebut seraya berkata inilah Firman Tuhan saya (Dikarenakan tidak bisanya pemuda tersebut membaca Al-Qur’an). Dan kemudian, pemuda Rusia tersebut tidak lama meninggal dunia dalam kondisi mencintai Al-Qur’an seperti cerita di atas. Masya Allah.. (Wallahu ‘alam bisshawab) (Tissue.. mana tissue? Daritadi belum ketemu hhe.. :’D)]

  1. Do’a ketika qunut witir. (Qunut Witir, diceritakan oleh Ust. Hanan, apabila di Mesir bisa lebih panjang dari terawih/ shalat malamnya sendiri) (Mungkin karena doa qunut yang dibacakan imam do’a-do’a mohon ampun sehingga banyak makmum yang menangis dalam shalatnya)

Alhamdulillah, thanks for your attention.. 😀