bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees

Sedikit Perjalanan Hidup dan Kepedulian Pak BJ Habibie

Leave a comment

Ini blog baru dibuka kembali… hha ^^”

Bismillahirrahmanirrahim, sebelumnya saya ingin mengajak pembaca semua untuk membaca doa “Allahumma inni a’udzubika minal ajzi wal kasali” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kelemahan dan kemalasan). Entah kenapa, setelah membaca buku Habibie dan Ainun ingin rasanya kembali pada masa “keinginan besar untuk memajukan bangsa Indonesia dari segi SDM pada era kementerian pak BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi dengan pedomannya untuk selalu menguasai, mengendalikan dan mengembangkan Iptek disertai Imtaq pada setiap karyawannya” dengan berhasilnya diselenggarakan acara IAS ’96 (Indonesian Air Show 1996) yang diikuti 23 negara dengan bintang utamanya pesawat komuter N-250 “Gatotkaca” karya hasil putra-putri bangsa Indonesia disertai bimbingan pak BJ Habibie yang menurut saya luar biasa hhe..

Rasa pedulinya terhadap kemajuan bangsa Indonesia dari segi SDM rupanya sudah dipupuk dari semasa sekolah di Indonesia yang seiring bertambahnya waktu dijaganya rasa kepedulian tersebut hingga melanjutkan studi dan karirnya ke Jerman (Hamburg dan Kakerbeck). Dalam perjalanan hidupnya pun, rupanya tak luput dari segala cobaan finansial bersama Ainun disana karena tidak ada pembiayaan dari pemerintah ataupun dari keluarga. Tetapi segala masalah tersebut dapat diselesaikan dengan kesabaran yang luar biasa dari keduanya, saling pengertian, kerja keras, rasa peduli yang tinggi dan pantang menyerah (cobaa, saya punya karakter seperti ini T.T.. mudah-mudahan ya hhe).

Image

Bagaimana dengan romantisme keduanya? banyak hha.. contohnya: diambil dari kutipan buku karya ibu Ainun oleh pak BJ Habibie yang isinya kurang lebih seperti ini.. “Ketika saya (Ainun) dan beliau (BJ Habibie) pada setiap malam hari di Kakerbeck sama-sama belum tidur, dimana saya menjahit dengan alat jahit yang dibelikan oleh beliau sebagai hadiah ulang tahun saya (yang sebenarnya saya sebelumnya memang benar-benar membutuhkannya dibanding alat mesin cuci ataupun lainnya), sedangkan suami saya sedang mengerjakan tugasnya dengan berbagai tumpukan kertas di atas tempat tidur hingga larut malam…” ataupun seringnya tulisan/ doa pak BJ Habibie dalam bukunya mengucapkan.. “(Terima kasih Allah), Engkau telah menjadikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, bathin dan hati nurani kami melekat pada diri kami sepanjang masa dimanapun kami berada..”

Keren pan yak…? Dari buku ini juga, saya mendapat rasa simpati terhadap sosok Pak Soeharto pada masa kepemimpinannya sebagai Presiden RI dan pak BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologinya.. Perjalanan hidupnya, kepeduliannya, tak mengenal lelahnya.. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan rahmatnya pada pak BJ Habibie beserta keluarga dan ibu Ainun diberikan tempat yang mulia di akhirat nanti. Amin 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s