bachtiarpdicki

This WordPress.com site is the bee's knees


Leave a comment

Problema Kehidupan #Edisi Renungan Diri (21/04/2014)

Teringat akan salah satu ayat dari Al – Qur’an (setelah membuka Al – Qur’an digital di smartphone), yaitu:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “ Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah ayat 30) Maha benar Allah dengan segala firmannya…

Terkadang, ketika kita dihadapkan dengan segala cobaan/ musibah yang menimpa kita… Lalu, apa reaksi/respon kita? Yah, ada pilihan lain selain hadapi? Meskipun ada pilihan hindari, toh itu juga tergantung problemnya juga yah hhe..

Selama kita percaya kepada Sang Maha Pencipta, bahwa kita dihadapkan dengan segala problema kehidupan ini adalah untuk menghapuskan segala dosa kita/ meningkatkan derajat kita (mungkin di dunia) atau bahkan mendapatkan ridho-Nya.. Maka, sudah sepantasnya sebagai salah satu makhluk ciptaan-Nya yang diberi kemuliaan sebagai khalifah di bumi ini (sesuai firman-Nya di dalam Al-Qur’an di atas) selalu berdo’a kepada-Nya untuk dapat menghadapinya dengan cara-cara yang terbaik tentunya sesuai dengan tuntutan-Nya, usaha/ikhtiar yang terbaik dengan segala kemampuan yang kita miliki dan bertawakal terhadap hasilnya. (Jadi keingetan nasihat pembimbing TA waktu S1 di UNJANI sama Ibu Dr. Afifah B. Soedjiatmo, MS., Apt., yang sekarang sudah Profesor :D, yaitu: DOA, USAHA DAN TAWAKAL hehe.. :))

So, apapun masalahnya… (sambil ngingetin diri sendiri) Mau permasalahan pekerjaan, bisnis (kalau ada), investasi (kalau ada jg hhe.. ) ataupun jodoh (fufufu, blm tau kpn neh mo mulai usahanya… masih ngandelin “intuisi” untuk mencari yang sesuai/cocok dan karena belum ada pergerakan jadi usahanya hanya usaha observasi/memperhatikan ( kalau istilah dari One Piece tuh “Colour Of Observation” hhah..) dan telepati (what, ngomong apa ki? Hha.. abaikan…)

Sungguh indah perkara orang muslim, apabila diberikan kebahagiaan dia bersyukur dan apabila diberikan cobaan dia bersabar.. #Tersenyumlah dan #Semangatlah.. Semoga kita semua selalu ada dalam karunia, rahmat dan lindungan-Nya.. Amin 🙂

Image

sabo__ace_and_luffy__dreams____have__no_end_by_animepanama-d5elfl9

Advertisements


Leave a comment >

Ini blog baru dibuka kembali… hha ^^”

Bismillahirrahmanirrahim, sebelumnya saya ingin mengajak pembaca semua untuk membaca doa “Allahumma inni a’udzubika minal ajzi wal kasali” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kelemahan dan kemalasan). Entah kenapa, setelah membaca buku Habibie dan Ainun ingin rasanya kembali pada masa “keinginan besar untuk memajukan bangsa Indonesia dari segi SDM pada era kementerian pak BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi dengan pedomannya untuk selalu menguasai, mengendalikan dan mengembangkan Iptek disertai Imtaq pada setiap karyawannya” dengan berhasilnya diselenggarakan acara IAS ’96 (Indonesian Air Show 1996) yang diikuti 23 negara dengan bintang utamanya pesawat komuter N-250 “Gatotkaca” karya hasil putra-putri bangsa Indonesia disertai bimbingan pak BJ Habibie yang menurut saya luar biasa hhe..

Rasa pedulinya terhadap kemajuan bangsa Indonesia dari segi SDM rupanya sudah dipupuk dari semasa sekolah di Indonesia yang seiring bertambahnya waktu dijaganya rasa kepedulian tersebut hingga melanjutkan studi dan karirnya ke Jerman (Hamburg dan Kakerbeck). Dalam perjalanan hidupnya pun, rupanya tak luput dari segala cobaan finansial bersama Ainun disana karena tidak ada pembiayaan dari pemerintah ataupun dari keluarga. Tetapi segala masalah tersebut dapat diselesaikan dengan kesabaran yang luar biasa dari keduanya, saling pengertian, kerja keras, rasa peduli yang tinggi dan pantang menyerah (cobaa, saya punya karakter seperti ini T.T.. mudah-mudahan ya hhe).

Image

Bagaimana dengan romantisme keduanya? banyak hha.. contohnya: diambil dari kutipan buku karya ibu Ainun oleh pak BJ Habibie yang isinya kurang lebih seperti ini.. “Ketika saya (Ainun) dan beliau (BJ Habibie) pada setiap malam hari di Kakerbeck sama-sama belum tidur, dimana saya menjahit dengan alat jahit yang dibelikan oleh beliau sebagai hadiah ulang tahun saya (yang sebenarnya saya sebelumnya memang benar-benar membutuhkannya dibanding alat mesin cuci ataupun lainnya), sedangkan suami saya sedang mengerjakan tugasnya dengan berbagai tumpukan kertas di atas tempat tidur hingga larut malam…” ataupun seringnya tulisan/ doa pak BJ Habibie dalam bukunya mengucapkan.. “(Terima kasih Allah), Engkau telah menjadikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, bathin dan hati nurani kami melekat pada diri kami sepanjang masa dimanapun kami berada..”

Keren pan yak…? Dari buku ini juga, saya mendapat rasa simpati terhadap sosok Pak Soeharto pada masa kepemimpinannya sebagai Presiden RI dan pak BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologinya.. Perjalanan hidupnya, kepeduliannya, tak mengenal lelahnya.. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberikan rahmatnya pada pak BJ Habibie beserta keluarga dan ibu Ainun diberikan tempat yang mulia di akhirat nanti. Amin 🙂